Dokter Spesialis Bedah Malang

Luka Wound

Luka Wound Healing Dr Yuda Umm

Luka Wound Healing Dr Yuda Umm – Presentation Transcript

  1. LUKA (Wound) A. Yuda handaya, SpB,FInaCS,FMAS General and Laparoscopic Surgeon
  2. Skin Anatomy Block 8 – 2003 school of medicine – gadjah mada 2 university
  3. LUKA • APAKAH LUKA ITU ? • JENIS-JENIS LUKA.
  4. LUKA • TERPUTUSNYA HUBUNGAN ATAU KONTINUITAS JARINGAN TUBUH. • JARINGAN TUBUH: – KULIT – OTOT – TULANG – ORGAN-ORGAN VISCERAL – PEMBULUH DARAH – DLL • SIFAT/ KARAKTERISTIK LUKA.
  5. Mekanisme Perlukaan
  6. Mekanisme Perlukaan
  7. JENIS JENIS LUKA • Luka Abrasi/ Babras/Lecet • Luka Robek / Lacerasi • Luka Tusuk • Luka Tembak • Luka Gigitan • Luka Avulsi • Luka Hancur
  8. LUKA ABRASI / BABRAS / LECET. • TAK DALAM (SUPERFISIAL). • MENGENAI SEBAGIAN/ SELURUH KULIT. • TAK SAMPAI JARINGAN SUBCUTIS. • SANGAT NYERI KARENA BANYAK UJUNG-UJUNG SYARAF YANG TERLUKA.
  9. LUKA ROBEK( LACERASI) • BANYAK TERJADI KARENA BENDA TAJAM ATAU TUMPUL. • BENDA TAJAM: – TEPI LUKA RATA, TERATUR. • BENDA TUMPUL: – TEPI LUKA TAK RATA DAN TAK TERATUR. • BENTUK LUKA ROBEK : – LURUS, LENGKUNG,PATAH ATAU BERBENTUK BINTANG(STELAT)
  10. BENDA TAJAM BENTUK LUKA ROBEK
  11. LUKA TUSUK • PENYEBAB: – BENDA TAJAM DAN RUNCING. • CIRI LUKA: – LEBAR LUKA LEBIH KECIL DIBANDINGKAN DALAMNYA. • PERHATIKAN LUKA TUSUK PADA THORAX DAN ABDOMEN, APAKAH MENGENAI ORGAN DALAMNYA • MUDAH TERJADI INFEKSI OLEH BAKTERI ANAEROB- TETANUS
  12. LUKA TEMBAK • PENYEBAB: – PELURU. • CIRI LUKA: – LUKA TEMBAK MASUK DAN LUKA TEMBAK KELUAR. – KADANG 2 HANYA LUKA TEMBAK MASUK . • LUKA STERIL KERENA PELURU PANAS.
  13. • PELURU BERSARANG : – OTOT. – TULANG. – ORGAN ORGAN DALAM THORAX ATAU ABDOMEN. • PEMBERIKASAAN RONTGENOLOGIS: – UNTUK MENGETAHUI LOKASI PELURU
  14. LUKA GIGITAN • GIGITAN BINATANG BERBISA ATAU TIDAK BERBISA. • CIRI LUKA: – KECIL TAPI DALAM. • GIGITAN ULAR BERBISA ? SERUM ANTI BISA ULAR(SABU). • GIGITAN MANUSIA : BERBAHAYA ? KOMPLIKASI INFEKSI BERAT.
  15. LUKA AVULSI • KULIT DAN JARINGAN BAWAH KULIT TERKELUPAS, TAPI SEBAGIAN MASIH ADA HUBUNGAN DENGAN TUBUH. • PERLU PENANGANAN KHUSUS.
  16. LUKA HANCUR • SULIT DIGOLONGKAN PADA SALAH SATU JENIS LUKA. • JARINGAN HANCUR. • BANYAK JARINGAN NON VITAL. • SERING AMPUTASI.
  17. BERDASARKAN ADA TIDAKNYA HUBUNGAN DENGAN LUAR 1. LUKA TERTUTUP (VULNUS OCCLUSUM). – LUKA TAK MELAMPAUI TEBAL KULIT. – MISALNYA: LUKA ABRASI, KONTUSIO ATAU MEMAR 2. LUKA TEBUKA. (VULNUS APERTUM). – LUKA MELAMPAUI TEBAL KULIT. – MISALNYA: LUKA ROBEK
  18. BERDASARKAN MACAM DAN KUALITAS PENYEMBUHAN LUKA • FIRST INTENTION/PRIMARY UNION/ PER PRIMAM. – PENYEMBUHAN TERJADI PADA LUKA TAJAM DAN BERSIH. – PARUT MINIMAL ? HAIR LINE SCAR.
  19. • SECOND INTENTION/ SECOND UNION / PER SECUNDAM. –PENYEMBUHAN PADA LUKA KONTAMINASI –BERLANGSUNG LAMA. –PARUT LEBIH KASAR
  20. • THIRD INTENTION/DELAYED SUTURE/PER TERTIAM. – PENYEMBUHAN LUKA KOTOR, INFEKSI. – LUKA TAK DIJAHIT ATAU JAHIT SITUASI SETELAH LUKA BERSIH ? GRANULASI ? JAHIT.
  21. CLASSIFICATION • 1. ACUTE WOUND • 2. CHRONIC WOUND
  22. KLASIFIKASI LUKA Klasifikasi luka ada 2 yaitu : 1. Luka akut : merupakan luka trauma yang biasanya segera mendapat penanganan dan dapat sembuh dengan baik bila tidak terjadi komplikasi. Contoh : luka sayat, luka bakar, luka tusuk, crush injury. Luka operasi dapat dianggap luka akut yang dibuat oleh ahli bedah. Contoh : luka jahit, skin graft
  23. ACUTE WOUND
  24. KLASIFIKASI LUKA Klasifikasi luka ada 2 yaitu : 2. Luka kronik : luka yang berlangsung lama atau sering rekuren dimana terjadi gangguan pada proses penyembuhan yang biasanya disebabkan oleh masalah multifaktor dari penderita. Contoh : ulkus dekubitus, ulkus diabet, ulkus varicosum
  25. CHRONIC WOUND
  26. PENILAIAN LUKA SEKELILING KULIT Penilaian warna, kelembaban, Fleksibilitas BED LUKA UKURAN Penilaian DAN Jaringan DALAM Nekrotik/non LUKA PENILAIAN LUKA vital Jaringan Granulasi, fibrin, eskudat kolonisasi bakteri TEPI LUKA Penilaian tepi luka dan Perlekatan ke dasar luka
  27. PERAWATAN LUKA • LUKA TERTUTUP: – BERSIHKAN LUKA ( SAVLON,YODIUM). – OBAT TOPIKAL: • SALEP, TULE, MERCUROCHROM. • LUKA TERBUKA: – 1. LUKA BERSIH. – 2. LUKA TERKONTAMINASI. – 3. LUKA KOTOR ATAU INFEKSI.
  28. LUKA BERSIH • LUKA DIANGGAP TIDAK ADA KONTAMINASI KUMAN. • LUKA BERSIH TERKONTAMINASI ? DIANGGAP LUKA BERSIH. – CONTOH: LUKA OPERASI- JAHIT PRIMER LUKA BERSIH TERKONTAMINASI. – BERSIHKAN LUKA ? JAHIT. • ANTIBIOTIKA: TEORITIS TAK DIPERLUKAN
  29. LUKA TERKONTAMINASI • LUKA TERDAPAT KUMAN TAPI BELUM BERKEMBANG BIAK. • LUKA TERDAPAT KUMAN YANG MULAI BERKEMBANG BIAK TAPI BELIM INVASIF. • LUKA TRJADI ANTARA 6-8 JAM ? PERIODE EMAS (GOLDEN PERIOD)
  30. PERAWATAN LUKA KONTAMINASI • TOILET LUKA: – MEKANIS (DEBRIDEMENT) : • DEVITALISASI JARINGAN. • ANGKAT KOTORAN DAN BEDA ASING. • PERBAIKAN STRUKTUR LUKA. – KHEMIS: • IRIGASI DENGAN CAIRAN GARAM FISILOGIS, YODIUM(BETADIN) ATAU HYDROGEN PEROKSIDA( H2O2). LARUTAN DESINFEKTAN, • BILA PERLU ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS.
  31. LUKA INFEKSI • TERJADI LEBIH DARI 8 JAM. • KUMAN BERKEMBANG BIAK DAN INVASIF (10 5). • GEJALA-GEJALA RADANG / INFEKSI
  32. PERAWATAN LUKA INFEKSI • BERSIHKAN LUKA. • DEVITALISASI, NEKROTOMI. • IRIGASI. • ANTIBIOTIKA. • LUKA LUAS,KOTOR,DALAM ? ATS. • SETELAH LUKA BERSIH JARINGAN ? GRANULASI ? JAHIT
  33. PERAWATAN LUKA AVULSI • PENILAIAN VITALITAS KULIT YANG TERLEPAS. • TEST VITALITAS KULIT ? INCISI KULIT KEARAH PANGKAL DENGAN JARAK 1 CM SAMPAI TERJADI PERDARAHAN. • POTONG KULIT SEBATAS PERDARAHAN.
  34. • JAHIT KULIT YANG VITAL, SETELAH DILAKUKAN TOILET LUKA. • SISA KULIT YANG DIPOTONG ? DIGUNAKAN UNTUK MENUTUP LUKA YANG MASIH TERBUKA TEKNIK SPLIT THICKNESS SKIN GRAFTING
  35. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka • Faktor lokal: Penyebab luka, infeksi, benda asing, suplai darah yang kurang, gerak berlebihan, aposisi tepi luka yang tidak baik, lemahnya kontraksi luka karena regangan, infiltrasi tumor, dan riwayat radiasi. • Faktor sistemik: Malnutrisi, glukokortikosteroid yang berlebihan, menderita penyakit sistemik. Dr. U. S. Khoo, Pathology Lecture Theatre
  36. Mechanism of Healing Tissue Injury Wound Healing Tissue Repair Tissue Regeneration Non Specific Specific Scar Formation Original Tissue 41
  37. Tissue Regeneration EPIDERMAL A B DOWNGROTH EPIDERMIS CARTILAGE DERMIS SCAR REGENERATE 42
  38. Pembahasan 43
  39. Gambaran fase Normal Wound Healing 44 (Ralf, et al., 2005)
  40. Mekanisme Wound Healing
  41. Luka Operasi
  42. Luka Pembedahan luka dalam yang dibuat mengenai seluruh lapisan kulit bahkan sampai lemak subcutan atau lebih dalam lagi, dimana penyembuhan luka bisa primer maupun sekunder.
  43. Klasifikasi Prosedure Operasi Kemungkinan Prosedure Definisi Infeksi Pembedahan yang dilakukan pada daerah kulit pada kondisi prabedah tanpa peradangan,tidak membuka traktus respiratorius, traktus gastrointestinalis,traktus urinarius atau traktus bilier,ataupun pembedahan yang Bersih 1-2% terencana dengan penutupan kulit primer dengan atau tanpa pemakaian drain tertutup,contoh pada herniotomi,pyloromiotomi,hernia diafragmatika dan sebagainya Pembedahan yang membuka traktus digestivus,traktus bilier, traktus urinarius,traktus respiratorius,traktus reproduksi,ataupun pembedahan yang tanpa pencemaran Bersih yang berarti,contoh pada appendektomi,aperasi traktus Terkontaminasi <10 % bilier tanpa infeksi cairan empedu,operasi daerah vagina,operasi traktus genitourinarius tanpa infeksi urin, serta operasi pada kelainan defek dinding abdomen misalnya omfalokel Pembedahan yang membuka traktus digestivus,traktus bilier,traktus urinarius,traktus respiratorius,traktus Terkontaminasi reproduksi dengan pencemaran yang nyata, ataupun luka 15-20% pembedahan pada kecelakaan dalam waktu kurang dari 6 jam (Golden Period), Pembedahan pada perforasi traktus digestivus,traktus urinarius,traktus respiratorius yang terinfeksi maupun Kotor dengan pembedahan yang melewati daerah purulen ( inflamasi 40-70% Infeksi bedah),dapat juga pada pembedahan luka terbuka > 6 jam setelah kejadian,jaringan mati yang luas atau nyata kotor ( Notosooeyanto,1994;Herman,2002)
  44. Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka • Tehnik pembedahan • Terbentuknya Hematom • Infeksi • Benda Asing
  45. Batasan Luka Paska Pembedahan Tidak infeksi Klinis bersih dan luka pembedahan sembuh secara primer Kemungkinan infeksi Luka pembedahan keluar cairan serous dan ada tanda-tanda radang tetapi pada pemeriksaan biakan kuman dari cairan serous tersebut tidak didapatkan pertumbuhan kuman. Infeksi Luka pembedahan keluar cairan serous dengan hasil biakan kuman positif atau keluar pus dari luka pembedahan dengan atau tanpa dibuktikan oleh hasil pemeriksaan mikrobiologis
  46. Tanda Infeksi Local • Erythem Systemic • Suppuratif •Demam • Cellulitis •Hypothermi •Takhikardi •Takhipneu •Hypotension •Leukocytosis •Trombocytopenia •DIC •Organ Failure
  47. Abrasions • Scrape and abrasion are superficial (on the surface) • The deeper skin layer are intact • Bleeding more of slow ooze • Caused by friction or rubbing against an abrasive surface • Healing by epithelization 52
  48. Lacerations • Wound go through all layer of the skin and into the fat or deeper tissues • Bleeding may be more brisk or severe • Severe blows of a blunt object, falls again a hard surface, or contact with sharp object are the most common causes of laceration 53
  49. PRINSIP UTAMA DALAM PERAWATAN LUKA ADALAH : 1. Pembersihan luka (wound cleaning) 2. Penutupan luka (wound closure) 3. Perlindungan luka (coverage)
  50. ALGORITHME PENGELOLAAN LUKA Penilaian Pasien Diagnosis Luka Luka Akut Preparasi Bed Luka Luka Kronik Kontrol bakteri Pengelolaan jaringan non vital Pengelolaan eksudat Antibiotik Debridement Produk Absorbtif Luka telah terpreparasi Penutupan luka Primer Sekunder Graft Flap Luka sembuh
  51. Techniques for Wound Closure • Suturing • Tape and adhesive • Staples 56
  52. Removal of Suture & Tensile strength • Principle: as soon as the wound’s breaking strength (sufficient to avoid dehiscence) (Preuss, 2000) • 0-3 days ? fibrin cloth • 3 – 30 days ? collagen synthesis • 2 weeks ? 10% of the end of repair • 3-4 weeks ? 25% • Synthesis collagen , cross lingking & remodelling collagen ? tensile strength • 3-6 months ? 70-80% normal skin (Porras-Reyes, 1994) 57
  53. DEBRIDEMENT Suatu proses usaha menghilangkan jaringan mati dan jaringan yang sangat terkontaminasi dari bed luka dengan mempertahankan secara maksimal struktur anatomi yang penting. Debridement dilakukan pada luka akut maupun pada luka kronis
  54. TEKNIK DEBRIDEMENT : 1. Surgical debridement 2. Mechanical debridement 3. Autolytic debridement 4. Enzymatic debridement 5. Biological debridem

Comments are closed.