Dokter Spesialis Bedah Malang

Melanoma

1. Apa yang dimaksud dengan Melanoma?

Jawab: Lesi keganasan berasal dari melanoblas kulit.

2. Dimana tempat Melanoma primer?

Jawab : Membran mukosa dan Regio berpigmen dari mata.

3. Melanoma banyak dijumai pada pasien?

Jawab : Pada pasien dengan xeroderma pigmentosum, kelainan genetik yang berhubungan dengan hipersensitivitas terhadap sinar ultraviolet.

4. Sebutkan tipe Melanoma!

Jawab: – Melanoma yang penyebarannya superfisial.

- Melanoma nodular

- Melanoma Maligna cartigo

- Melanoma akral-lentiginosa.

5. Sebutkan penyebab terjadinya Melanoma!

Jawab: Penyebab dari dalam tubuh (Genetik dan daya tahan tubuh) dan Penyebab dair luar tubuh (Sinar matahari, dll)

6. Apa pengobatan primer untuk Melanoma?

Jawab: Pengobatan pembedahan eksisi bedah

7. Berapa indikasi untuk lesi berpigmen?

Jawab: Biopsis eksisi dengan tepi 2-5 cm.

8. Amputasi jari merupakan indikasi untuk?

Jawab: Melanoma akral-lentiginosa.

9. Apa pengobatan tambahan untuk Melanoma?

Jawab: Kemoterapi regional dan hipertermia perfusi regional.

10. Apa obat kemoterapeutik yang sering dianjurkan?

Jawab: Melphalan.

11. Sebutkan gambaran klinis yang terjadi pada Melanoma Maligna!

Jawab: – Perubahan ukuran (Pertumbuhan yang cepat)

- Tumbuhnya gejala (gatal,rasa terbakar, atau sakit)

- Terjadi peninggian pada lesi yang sebelumnya datar.

- Perubahan pada permukaan atau perubahan pada konsistensi lesi berpigmen.

- Berkembangnya lesi satelit

12. Sebutkan ciri-ciri dari Melanoma perluasan superfisil!

Jawab: Lesi-lesi ini menonjol bentuk luarnya hampir bulat, dan mempunyai kombinasi warna yang khas (Coklat muda, coklat, hitam dan merah muda kebiru-biruan.)

13 Apa faktor-faktor fenotip pada melanoma maligna adalah:

Jawab: Mata biru, rambut pirang, kulit terang.

14. Sebutkan ciri-ciri melanoma lentigo!

Jawab: Lesi meluas dangkal, jauh lebih besar dari melanoma perluasan superfisiaal, berwarna coklat sampai hitam.

15. Sebutkan metode pemeriksaan melanoma:

Jawab: Dapt dilakukan dengan cara melakukan anamesis riwayat penyakit dan dengan cara melakukan pernyataan mole yang kemudian diamati dibawah mikroskop dan juga dapat dengan laser.

16. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari pengobatan Kuretase dan elektrodesikasi!

Jawab:

Keuntungan :

- Teknik sederhana

- Meninggalkan luka yang teratur dan kering.

Kerugian :

- Tidak efektif, hanya bisa di lakukan pada jenis kanker karsioma sel basal.

- tiadak didapat konfirmasi pada batas tepi pembuangan jringan yang adekuat.

17. Apa ciri-ciri dari tahi lalat yang dicurigai adalah melanoma?

Jawab: Ukuran cepat bertambah besar, perubahan warna, Infeksi, perdarahan dan menjadi tukak (ulserasi), perasaan nyeri dan gatal, menimbulkan tahi lalat baru.

18. Pengobatan melanoma maligna yang terbaik adalah:

Jawab: Eksisi secara luas dan membuang semua kelenjar limfe regional.

19. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari Bedah eksesi.

Jawab

Keuntungan :
-
penyembuhannya cepat dengan luka yang teratur dan kering.
Kerugian :
-
membutuhkan waktu.
- Biaya mahal
- pengambilan jaringan normal dapat berlbihan.

20. Apa komplikasi dari melanoma maligna?

Jawab: Biasanya menyebabkan metastasis yang sangat luas dalam waktu singkat, tidak saja melalui aliran limfe ke kelenjar regional, tetapi juga menyebar melalui aliran darah kea lat-alat dalam, serta dapat menyebabkan kematian.

21. Faktor resiko terjadinya melanoma adalah:

Jawab:

· Riwayat keluarga yang menderita melanoma

· Rambut merah atau pirang

· Adanya tahi lalat atipik multipel (tanda lahir)

· Terdapat keratosis aktinik pre-kanker

· Frekels (bintik-bintik coklat) yang sangat jelas di punggung bagian atas

· Mengalami serangan lepuhan akibat luka bakar sinar matahari sebanyak 3 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun.

22. Tanda-tanda peringatan akan terbentuknya melanoma:

Jawab:

· Bintik atau tahi lalat berpigmen (terutama yang berwarna hitam atau biru tua) yang semakin membesar

· Perubahan warna pada tahi lalat, terutama pigmentasi merah, putih dan biru di kulit sekelilingnya

· Perubahan pada kulit diatas bintik yang berpigmen, misalnya perubahan konsistensi atau bentuk

· Tanda-tanda peradangan pada kulit di sekitar tahi lalat.

23. Melanoma menjalani dua fase pertumbuhan yaitu:

Jawab

1. Fase pertumbuhan radial, yang bisa singkat atau bisa berlangsung beberapa tahun, saat melanoma menyebar ke tepi pada tingkat membrana basalis epidermis ini.

2. Fase pertumbuhan vertical, tempat potensi metatastik melanoma meningkat dramatis disertai dengan penetrasi ke dalam derma dan kemudian jaringan subkutis.

24. Sebutkan tingkatan dari Melanoma Maligna!

Jawab:

1. Melanoma tingkat I Clark seluruhnya terdapat dalam epidermis. Ia sering dinamai sebagai melanoma in situ karena lamina basalis utuh. Ia juga dinamai sebagai hiperplasia melanotik apitik, yang menekankan sifat jinaknya.

2. Melanoma tingkat II Clark menginvasi stratum papilare dermis, tetapi tidak melewati.

3. Melanoma tingkat III Clark menginvasi melewati pertemuan stratum papilare dan reticulare dermis.

4. Melanoma tingkat IV Clark mempenetrasi ke dalam stratum reticulare dermis.

5. Melanoma tingkat V Clark menembus ke dalam jaringan subkutis.

25. Jelaskan penatalaksaan dari melanoma maligna!

Jawab:

Pemeriksaan awal mencakup pemeriksaan cermat bagi bukti keterlibatan kelenjar limfe regional. Melanoma kepala dan leher bermetatastik ke nodi lymphatici cervicales dan parotdea. Melanoma eskremitas atas bermetastasis ke nodi lympathici axillares dan yang pada ekstremitas bawah ke nodi lymphatici inguinales. Melanoma pada badan bisa bermetastasis ke nodi lymphatici axillares atau inguinales atau keduanya. Bila drainase pembuluh limfe mendua, maka suntikan kolod bertanda ratio ke dalam area melanoma badan akan memperlihatkan pola drainase limfe. Skan ini membantu ahli bedah dalam memilih kelompok kelenjar limfe yang tepat bila dipertimbangkan pengupasan kelenjar limfe regional. Observasi cermat untuk lesi primer kedua penting dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Spencer Shires Schwrtz. 2000. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. Jakarta: EGC.

2. Bachsinar Bob dr. 1992. Bedah Minor. Jakarta: Hipokrates.

3. Englebert Dunphy J, M.D.,F.A.C.S, Botsford W. Thomas, M.D.,F.A.C.S. 1993. Pemeriksaan Fisik Bedah. Yayasan Essentia Medica.

4. Oswari E. 1993. Bedah Dan Perawatannya. Jakarta: Gramedia.

5. Brown Stuart John. 1995. Buku Ajar dan Atlas Bedah Minor. Jakarta: EGC.

6. Suriadiredja S. d Aida. Mengenal Kanker Kulit Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan. http://whedacaine.wordpress.com/2008/05/31/melanoma-maligna/

7. Kompas Cyber Media. Awas. Tahi Lalat Pun Bisa Ganas. http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=149&Itemid=3

Comments are closed.