Dengan mengetahui jenis dari patah tulang yang dialami penderita, maka akan mempermudah tim medis untuk melakukan tindakan pengobatan. patah tulang sendiri tidak sesederhana yang dipikiran orang awam karena patah tulang terdiri dari berbagai macam penyebab.
Untuk lebih sederhananya , anda bisa download e-book pdf yang berisi presentasi tentang patah tulang dan dialokasi tulang

Semoga Bermanfaat

Tumor Tulang

November 16, 2010

Definisi

Osteosarcoma adalah tumor tulang yang pada umumnya menyerang tulang panjang di sekitar lutut.

Pathofisiologi

Osteosarcoma termasuk tumor ganas yang agresif, terutama ditemukan pada masa remaja. Keganasan sel pada mulanya berawal pada sumsum tulang dari jaringan sel tulang ( sarcoma ) hingga sel-sel tulang pada nodul-nodul limfe, ginjal, dan hati yang mengakibatkan adanya pengaruh aktivitas hamateotik sum-sum tulang sehingga sel-sel plasma yang belum matang terus membelah dan terjadi penambahan jumlah sel yang tidak terkontrol lagi. Tanda fisik terdapat benjolan pada daerah dekat sendi yang sering kali sangat besar, nyeri saat ditekan dan tampak pelebaran pembuluh darah pada kulit di permukaannya. Tidak jarang pula menimbulkan efusi pada sendi yang berdekatan.

Gejala klinis

Terdapat benjolan

Rasa sangat nyeri bila ditekan,  bahkan saat tidak beraktifitas dan malam hari

Permukaan kulit nampak lebam/bengkak

Penurunan gerakan sendi.

Penatalaksanaan

Penanganan osteosarcoma dapat dibagi atas dua bagian yaitu dengan kemoterapi dan dengan operasi.

LABIOPALATOSCISIS

October 31, 2010

bambino_labiopalatoschisi

  1. Apakah yang di maksud dengan labiopalatoscisis?

Celah pada langit-langit yang terjadi akibat kegagalan fusi antara prosesus palatinus kiri/kanan di garis median pada masa embrional.

  1. Sebutkan klasifikasi dari labiopalatoscisis adalah?

klasifikasinya adalah

· P. Unilateral Sinistra / Dekstra completa Apabila celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung.

·  P. Bilateral completa Apabila celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

· P. Inkompleta Apabila celah sumbing terjadi dikedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

  1. Apakah penyebab dari dari labiopalatoscisis?

Penyebabnya adalah faktor genetik yang dipengaruhi faktor lingkungan (Poligenik multifaktorial) tapi Sampai saat ini belum diketahui secara pasti gen penyebab terjadinya

  1. Sebutkan faktor-faktor external/lingkugan yang mempenpengaruhi labiopalatochisis?

· Faktor usia ibu

· Obat-obatan. Asetosal, Aspirin (SCHARDEIN-1985) Rifampisin, Fenasetin, Sulfonamid, Aminoglikosid, Indometasin, Asam Flufetamat, Ibuprofen, Penisilamin, Antihistamin dapat menyebabkan celah langit-langit. Antineoplastik, Kortikosteroid

· Nutrisi

· Penyakit infeksi Sifilis, virus rubella

· Radiasi

· Stres emosional

· Trauma, (trimester pertama)

  1. Sebutkan 5 kromosom yang bertanggungjawab terhadap kejadian labiopalatoscisis?

yaitu kromosom no 2, 4, 6, 17 dan 19.

  1. Penutupan celah langitan pada labipalatoscisis pada anak usia berapa?

pada anak usia anak mulai bisa berbicara, yaitu usia kurang lebih 2 ( dua ) tahun.

  1. Metode apa yang di gunakan untuk penutupan celah?

Metode yang dikerjakan antara lain teknik mucoperiosteal flap ( von Langenbeck, Wardill, dsb), aplikasi z-plasty ( Furlow, Cronin, dsb ) dsb

  1. Sebutkan insendensi dari labiopalatoscisis?

insendensinya adalal 1-2 per 1000 kelahiran hidup ( 1-2 ‰)

dan Pulau Timor-NTT : 6-9 ‰

  1. Apakah masalah komplikasi dari labiopalatoscisis bagi penderita?
      • Kesulitan makan / minum
      • Mudah terkena infeksi jalan nafas atas (ISPA)
      • Infeksi telinga bagian tengah (Otitis Media)
      • Sengau (Nasolalia, Nasal Escape)
      • Gangguan kejiwaan: malu, rendah diri
  1. Apakah masalah komplikasi dari labiopalatosicis terhadap orang tua adalah?

· Gangguan Psikis: malu, penyakit kutukan

· Diisolir / disembunyikan

  1. Terapi penatalaksanaan pada labiopatoscisis adalah?

penanganannya adalah:

1. Multidisipliner (Lintas Sektoral)

2. Bidang kedokteran yang terkait :

· Bedah Plastik

· Ortodontia

· THT

· IKA

· Radiologi

· Psikiatri anak

· Speech Therapy)

  1. Bagaimana protocol penanganan pada labiopalatoscisis?

protocol penanganannya adalah

1. Penjelasan kepada orangtuanya
2. Umur 3 bulan (rule over ten) : Operasi bibir dan alanasi (hidung), evaluasi telinga.
3. Umur 10-12 bulan : Qperasi palato/celah langit-langit, evaluasi pendengaran dan telinga.
4. Umur 1-4 tahun : Evaluasi bicara, speech theraphist setelah 3 bulan pasca operasi
5. Umur 4 tahun : Dipertimbangkan repalatoraphy atau/dan Pharyngoplasty
6. Umur 6 tahun : Evaluasi gigi dan rahang, evaluasi pendengaran.
7. Umur 9-10 tahun : Alveolar bone graft (penambahan tulang pada celah gusi)
8. Umur 12-13 tahun : Final touch, perbaikan-perbaikan bila diperlukan.
9. Umur 17 tahun : Evaluasi tulang-tulang muka, bila diperlukan advancementosteotomy LeFORTI

  1. Sebutkan perawatan pre-operatif dari labiopalatoscisis?

perawatan pre operatifnya adalah:

o Bayi baru lahir dg Sumbing bibir degan langitan,

o perawatan bersama bedah plastik,

o Orthodonsia, IKA misalnya:

o Plester bibir

o Dot Panjang

o Diet/ Gizi

o Pencagahan ISPA

  1. Sebutkan Edukasi Post Palatoplasty pada labiopalatoscisis?

· Posisi tidur harus miring / tengkurap à mencegah aspirasi bila terjdi perdarahan

· Tidak boleh makan / minum terlalu panas / dingin akan menghambat proses penyembuhan jahitan

· Tidak boleh menghisap / menyedot selama 1 bulan post operasi akan mencegah gagalnya penyatuan palato

  1. Kapan waktu pelaksanaan operasi (timing operation) nya dari sumbing langitan(labiopalatoscisis)?

waktu pelaksanaan timing operationnya adalah adalah: Pada umur Umur 18-24 bulan

  1. Cara membedakan antara antara labioschizis, palato schizis gnato schizis adalah?

· labioschizis adalah bibir akibatkegagalan fusi antara processusnasalis medialisdengan prosesus nasalis lateralis kiri/kanan saat pembentukan bibir masa embrional,sedangkan pada bibir bawah akibat kegagalan fusi antara prosesus mandibulris kiri dan kanan gariss median

· Labio palato adalah Celah pada langit-langit yang terjadi akibat kegagalan fusi antara prosesus palatinus kiri/kanan di garis median pada masa embrional

· Gnato schizis: celah pada prosesus alveolaris akibat kegagalan fusi antara prosesus nasalis media dengan prosesus maxilaris kiri/kanan dan paling sering terjadi pada rahang atas.

Biasa menyrtai celah bibir dan atau celah langit-langit

  1. Apa prognosis jangka panjangnya?

Orang tua dari anak dengan celah bibir/langit-langit biasanya punya banyak kekuatiran mengenai penampilan fisik si anak, sebagaimana juga dengan perkembangan bicara, sosial, emosional, dan akademik. Kabar baiknya adalah kebanyakan hasil pembedahan untuk langit-langit dan bibir/sumbing hasilnya tidak kentara bekasnya. Selain itu, dengan perawatan dan intervensi yang benar, anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit bisa berkembang dengan normal pada setiap aspek kehidupannya

  1. Bagaimana pemeriksaan dari labiopalatoscisis?

  INKOMPLETA à bila sumbing dari uvula sampai foramen incisivum

KOMPLETA à dari uvula sp arcus alveolari (melewati foramen incisium) 

  1. Apa itu celah bibir (cleft lip) dan celah langit-langit (cleft palate)?

Celah bibir dan celah langit-langit terjadi bila bibir atau langit-langit mulut pada bayi tidak menyatu bersama, sehingga terjadi belahan pada langit-langit mulut (cleft palate) atau/dan terjadi belahan pada bibir atas atau sumbing (cleft lip). Kondisi ini terjadi di fase awal kehamilan pada trimester pertama dan bisa terjadi pada 1 sisi saja (unilateral) atau pada dua sisi (bilateral cleft lip/palate).

  1. Apa perlakuan perbaikan untuk celah bibir/langit-langit?

Perlakuan perbaikan untuk celah bibir dan langit-langit biasanya dimulai pada usia yang sangat muda dan berlanjut selama anak tumbuh dan berkembang. Idealnya, suatu tim yang terdiri dari berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti dokter bedah plastik rekonstruksi, dokter gigi/tulang, dan terapis wicara akan bekerja bersama untuk memutuskan terapi yang terbaik dan dengan hati-hati memonitor perbaikan anak dari waktu ke waktu. Pembedahan dari celah bibir/sumbing bisa dilakukan kapan saja dari saat bayi berusia beberapa hari sampai beberapa bulan. Pembedahan celah langit-langit biasa dilakukan pada usia yang lebih banyak, mulai dari usia beberapa bulan ke beberapa tahun. Sering kali, anak dengan celah langit-langit membutuhkan perhatian yang detail dari dokter gigi/tulang untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan gigi, wajah, dan rahang. Sejalan pertumbuhan anak, terapis wicara sangat dibutuhkan untuk membantu anak membuat suara-suara/kata-kata dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA

· Simade brata dkk. pedoman dignosis dan terapi dibidang ilmu penyakit dalam. Jakarta: fk ui, 1999 : 32,33

· Syamsul sjamsuhidajat dan win decong. Sumbing bibir dalam buku ajar ilmu penyakit dalam edisi refeisi. Jakarta : egc, 1997 : 841-844

· Trice and filson. labiopaltoscisis dalam patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit edisi 4 alih bahasa dr. Peter anugerah. Jakarta : egc, 1995 : 402,405

 

 


Definisi

Terjadinya kelainan pada usus karena disebabkan oleh beberapa kasus antara lain : Hernia Inkarserata, Invaginasi, Adhesi/Perlengketan, Volvulus/Puntiran, Tumor/Keganasan, Bolus Cacing. Sehingga terjadi penyumbatan pada saluran usus

Pathofisiologi

Obstruksi ileus merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang terjadi karena adanya daya mekanik yang bekerja atau mempengaruhi dinding usus yang nantiya menyebabkan penyempitan/penyumbatan lumen usus. akibatnya tersumbat, dan dalamnya terdapat gas dan cairan, khususnya di daerah proximal. hal itu akan menyebabkan rangsangan terjadinya hipersekresi kelenjar pencernaan, yang membuat cairan dan gas tersebut akan meningkat.

Gejala utama dari illeus obstruksi ialah mual muntah, umumnya pada obstruksi letak tinggi. obstruksi pada usus halus menimbulkan gejala seperti nyeri perut sekitar umbilikus / bagian epigastrium. Sedangkan Obstruksi pada kolon biasanya mempunyai gejala klinis yang lebih ringan dibanding obstruksi pada usus halus. Umumnya gejala berupa konstipasi yang berakhir pada obstipasi dan distensi abdomen. Muntah jarang terjadi. Pada tahap awal, tanda vital normal. Seiring dengan kehilangan cairan dan elektrolit, maka akan terjadi dehidrasi. Pada tahap lanjut dimana obstruksi terus berlanjut, peristaltic akan melemah dan hilang. Adanya feces bercampur darah pada pemeriksaan rectal toucher dapat dicurigai adanya keganasan dan intusepsi.

Gejala klinis

  • Mual dan Muntah
  • Nyeri perut, kejang perut
  • Fases kadang disertai darah

Penatalaksanaan

Untuk menangani kasus penyumbatan usus ini satu-satunya cara adalah melalui pembedahan, namun keadaan usus dan keadaan pasien menentukan tindakan bedah yang akan diterapkan. Pada umumnya penderita mengikuti prosedur penatalaksanaan yang tetap. Persiapan penderita berjalan bersama dengan usaha menegakkan diagnosa obstruksi ileus secara lengkap dan tepat. Sering dengan persiapan penderita yang baik, obstruksinya berkurang atau hilang sama sekali.sedangkan pada beberapa obstruksi ileus, kadang-kadang dilakukan tindakan operatif bertahap, baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan penderitanya, misalnya pada Ca sigmoid obstruktif, mula-mula dilakukan kolostomi saja, kemudian hari dilakukan reseksi usus dan anastomosis.

 

Gambar Penanganan Penyumbatan Usus

 

lymfoma

  1. Apakah yang dimaksud dengan Limfoma non-hodgkin (LNH)?
    Jawab:
    Penyakit yang menyerang sel dari sistem limfatik, yang dikenal sebagai sel darah putih, atau limfosit. Referensi lain mengatakan, suatu keganasan primer jaringan limfoid yang bersifat padat.
  2. Apa yang akan terjadi dengan system limfa jika terserang panyakit ini?
    Jawab:
    Limfosit mulai berperilaku seperti sel kanker dan tumbuh serta berlipat ganda secara tidak terkontrol, dan tidak mati seperti pada proses yang seharusnya. Karena hal ini, limfoma non Hodgkin sering disebut sebagai kanker.
  3. Apakah yang disebut lymphoma?
    Jawab:
    Kumpulan limphosit yang abnormal.
  4. Apakah penyebab dari non Hodgkin limfoma
    Jawab:
    Penyebab pasti limfoma non Hodgkin tidak diketahui. Terdapat beberapa faktor risiko yang diketahui tetapi, walaupun demikian, faktor-faktor risiko ini tidak diperhitungkan melebihi bagian kecil dari jumlah seluruh kasus limfoma non Hodgkin. Pada kebanyakan pasien dengan limfoma non Hodgkin, tidak ada penyebab penyakit yang dapat ditemukan. Lebih jauh lagi, banyak orang yang terpapar pada salah satu faktor risiko yang diketahui tidak menderita limfoma non Hodgkin.
  5. Apa sajakah factor-faktor resikon dari LNH?
    Jawab:
    • Beberapa jenis infeksi
    • Diseases and medications that cause weakening of the sistim kekebalan (imunosupresi).Usia.(WHO: J Ferlay, F Bray, P Pisani, DM Parkin; GLOBOCAN 2000.
  6. Beberapa jenis infeksi yang di sebabkan oleh virus terbukti maningkatkan resiko ter jadinya penyakit ini, dan virus apa yang dimaksud?
    Jawab:
    • Human immunodeficiency virus (the virus that causes HIV/AIDS)
    • Human T cell leukaemia-lymphoma virus-1 (HTLV-1)
    • Epstein-Barr virus (EBV)
  7. Bagiamanakh patofisiologi factor resiko orang dengan ,imunosupresi?
    Jawab:
    Orang dengan imunosupresi, dimana sistim pertahanannya menurun, menghadapi peningkatan risiko terserang limfoma non Hodgkin. Hal ini mungkin karena kontrol multiplikasi sel B tergantung pada fungsi normal sel T. Jika fungsi sel T menjadi abnormal, seperti pada kasus orang dengan imunosupresi, sel B dapat berlipat ganda melalui suatu cara yang tidak terkontrol, meningkatkan peluang untuk terserang penyakit limfatik ini.
  8. Non-hodgkin limfoma digolongkan dalam berapa klasifikasi? Sebutkan?
    Jawab:
    Ada 2klasifikasi besar penyakit ini yaitu?
    • Limfoma non Hodgkin agresif
    • Limfoma non Hodgkin indolen
  9. Apakah yang disebut dengan limfoma non Hodgkin agressif?
    Jawab:
    Limfoma non Hodgkin agresif kadangkala dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh cepat atau level tinggi.karena sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin agresif ini tumbuh dengan cepat. Meskipun nama ‘agresif’ kedengarannya sangat menakutkan, limfoma ini sering memberikan respon sangat baik terhadap pengobatan. Meskipun pasien yang penyakitnya tidak berespon baik terhadap standar pengobatan lini pertama, sering berhasil baik dengan kemoterapi dan transplantasi sel induk. Pada kenyataannya, limfoma non Hodgkin agresif lebih mungkin mengalami kesembuhan total daripada limfoma non Hodgkin indolen.
  10. Apakah yang disebut dengan limfoma non Hodgkin indolen?
    Jawab :
    Limfoma non Hodgkin indolen kadang-kadang dikenal sebagai limfoma non Hodgkin tumbuh lambat atau level rendah. Sesuai dengan namanya, limfoma non Hodgkin indolen tumbuh hanya sangat lambat. Secara tipikal ia pada awalnya tidak menimbulkan gejala, dan mereka sering tetap tidak terditeksi untuk beberapa saat. Tentunya, mereka sering ditemukan secara kebetulan, seperti ketika pasien mengunjungi dokter untuk sebab lainnya. Dalam hal ini, dokter mungkin menemukan pembesaran kelenjar getah bening pada pemeriksaan fisik rutin. Kadangkala, suatu pemeriksaan, seperti pemeriksaan darah, atau suatu sinar-X, dada, mungkin menunjukkan sesuatu yang abnormal, kemudian diperiksa lebih lanjut dan ditemukan terjadi akibat limfoma non Hodgkin. Gejala yang paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening, yang kelihatan sebagai benjolan, biasanya di leher, ketiak dan lipat paha. Pada saat diagnosis pasien juga mungkin mempunyai gejala lain dari limfoma non Hodgkin. Karena limfoma non Hodgkin indolen tumbuh lambat dan sering tanpa menyebabkan stadium banyak diantaranya sudah dalam stadium lanjut saat pertama terdiagnosis.
  11. Dalam penentuan diagnose LNH di klasifikasikan perlu adanya penentuan yang jelas sejauh mana penyakit ini menyebar. Ada berapa stadium yang ditentukan pada LNH?
    Jawab:
    Sistim stadium yang paling umum yang menggunakan empat stadium, dengan penomoran angka Romawi I-IV. Dalam bentuknya yang paling sederhana, stadium I dan II sering dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.
  12. Jelaskan point per stadium?
    Jawab:
    • Stadium I limfoma hanya pada satu kelompok kelenjar getah bening
    • Stadium II dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening terserang, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, baik pada seluruh dada ataupun diseluruh perut
    • Stadium III dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening terserang, pada dada dan perut
    • Stadium IV limfoma ada setidaknya pada satu organ selain pada kelenjar getah bening (sebagai contoh, sumsum tulang , hati, atau paru-paru)
  13. Ada banyak jenis limfoma, baik yang agresif maupun yang indolen namun untuk menentukan jenis limfoma, dibutuhakan biopsy atau sampel untuk pemeriksaan. Criteria apakah yang ditentukan:
    Jawab:
    • Jenis sel abnormal dalam limfoma (terutama sel B atau sel T)
    • Tampilan kelenjar getah bening yang terserang
    • Jenis protein, atau petanda, pada permukaan sel abnormal
  14. Apa sajakah pemeriksaan yang dilakukan dalam menentukan diagnose dan stadium LNH?
    Jawab:
    Riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik, penentuan stadium juga memerlukan pemeriksaan seperti sinar-X, CT scan, PET scan, biopsi sumsum tulang dan pemeriksaan darah.
  15. Mengapa pemeriksaan diagnostik sangat penting untuk menegakkan diagnosis limfoma non Hodgkin?
    Jawab:
    Semua gejala yang dapat disebabkan oleh limfoma non Hodgkin juga dapat ditimbulkan oleh penyakit lain. Dengan kata lain, tidak ada satu gejala yang dapat digunakan untuk menjamin adanya limfoma non Hodgkin.
  16. Apakah gejala umum pada LNH?
    Jawab:
    • Gejala paling umum dari limfoma non Hodgkin pada saat didiagnosis adalah pembengkakan kelenjar getah bening, terdapat gejala lainnya. Termasuk :
      • Gejala konstitusional (Gejala tidak sehat secara umum)
      • Gejala yang dapat dihubungkan dengan pembengkakan limfoma diluar kelenjar getah bening
    • Gejala konstitusional adalah gejala-gejala yang tidak spesifik yang mengindikasikan seseorang tidak sehat. Gejala konstitusional yang sering timbul pada limfoma non Hodgkin termasuk:
      • Demam berulang, yang tidak dapat diterangkan penyebabnya (dengan suhu tubuh melebihi 38 oC)
      • Keringat malam , yang membasahi pakaian tidur dan alas tidur
      • Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan (penurunan berat badan lebih dari 10% berat badan alami 6 bulan
      • Kelelahan yang berat dan menetap
      • Penurunan nafsu makan
    • Gejala umum lainnya yang akan dialami oleh orang dengan limfoma non Hodgkin meliputi :
      • Bernapas pendek dan batuk
      • Gatal-gatal, yang menetap dan dapat dirasakan diseluruh tubuh
  17. Apakah gejala yang timbul pada LNH indolen?
    Jawab:
    • Ketika timbul, gejala, dapat dibagi ke dalam empat kelompok besar :
      • Bengkak pada satu atau lebih kelenjar getah bening
      • Gejala konstitusional (Gejala tidak sehat secara umum)
      • Gejala yang dapat dihubungkan dengan pembengkakan limfoma diluar kelenjar getah bening
      • Gejala yang dapat dihubungkan dengan penurunan jumlah sel darah
  18. Jelaskan komplikasi yang dapat ditimbulkan penyakit LNH?
    Jawab:
    Komplikasi dapat terjadi pada LNH yang sudah mencapai stadium IV , penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak.
  19. Sebutkan diagnosis banding dari LNH?
    Jawab:
    • Lymphoma Hodgkin : Penyakit hodgkin adalah suatu jenis keganasan sistemkelenjar getah bening dengan gambaran histologisyang khas. Ciri histologis yang dianggap khas adalahadanya sel Reed-Sternberg atau variannya yangdisebut sel Hodgkin dan gambaran selular getah bening yang khas.
    • Limfadenitis Tuberkulosa : Merupakan salah satu sebab pembesaran kelenjar limfe yang paling sering ditemukan. Biasanya mengenai kelenjar limfe leher, berasal dari mulut dan tenggorok (tonsil). Mula-mula kelenjar-kelenjar keras dan tidak saling melekat, tetapi kemudian karena terdapat periadenitis, terjadi perlekatan-perlekatan
  20. Bagaimana penatalaksanaan terapi LNH?
    Jawab:
    • Digolongkan menjadi 3 terapi yang dapat dilakukan, biasanya melalui pendekatan multidisiplin. Terapi yang dapat dilakukan adalah:
    •  Derajat Keganasan Rendah (DKR)/indolen:
      • Pada prinsipnya simtomatik
      • Kemoterapi: obat tunggal atau ganda (per oral), jika dianggap perlu: COP (Cyclophosphamide, Oncovin, dan Prednisone)
      • Radioterapi: LNH sangat radiosensitif. Radioterapi ini dapat dilakukan untuk lokal dan paliatif.
      • Radioterapi: Low Dose TOI + Involved Field Ra- diotherapy saja.
    • Derajat Keganasan Mengah (DKM)/agresif lymphoma
      • Stadium I: Kemoterapi (CHOP/CHVMP/BU)+radioterapi
      • CHOP (Cyclophosphamide, Hydroxydouhomycin, Oncovin, Prednisone)
      • Stadium II – IV: kemoterapi parenteral kombinasi,
      • Radioterapi berperan untuk tujuan paliasi.
    • Derajat Keganasan Tinggi (DKT)
      • DKT Limfoblastik (LNH-Limfoblastik)
      • Selalu diberikan pengobatan seperti Leukemia
      • Limfoblastik Akut (LLA)
      • Re-evaluasi hasil pengobatan dilakukan pada:
        • Setelah siklus kemoterapi ke-empat
        • Setelah siklus pengobatan lengkap

inguinalis-hernia

  1. Apa yang dimaksud dengan hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Hernia inguinalis lateralis adalah hernia inguinal yang meninggalkan abdomen melalui annulus inguinalis profundus dan bergerak kebawah secara oblik melalui kanalis inguinalis di lateral arteri epigastrika inferior.
  2. Faktor-faktor apa saja yang memnyebabkan terjadinya hernia ingunalis lateralis?
    Jawaban :
    Faktor-faktor yang meyebabkan terjadinya hernia inguinalis lateralis:
    • Prosesus vaginalis yang persisten
    • Peninggian tekanan dalam rongga perut (seperti batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, kehamilan)
    • Kelemahan otot dinding perut (karena usia, kerusakan norvus ileoinguinalis dan nervus ileofemoralis setelah apendiktomi)
  3. Apa gejala klinis pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    • Timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan hilang saat berbaring
    • Nyeri disertai mual muntah pada keadaan inkarserasi atau strangulasi
  4. Bagaimana diagnosis banding hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Diagnosis banding hernia inguinalis lateralis mencakup massa lain dalam lipat paha seperti limfadenopati, varikokel, testis yang tidak turun, lipoma dan hematoma.
  5. Bagaimana cara teknik reposisi secara manual yang efektif digunakan pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Dengan memberikan tekanan lembut pada massa hernia ke arah annulus inguinalis biasanya dengan pasien dalam posisi kepala lebih rendah (Trendelenburg).
  6. Bagaimana pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Pertama dilakukan inspeksi pada lipat paha. Kemudian, jari telunjuk ditempatkan pada sisi lateral kulit skrotum dan dimasukan sepanjang funikulus spermatikus sampai ujung jari mencapai annulus inguinalis profundus. Jika jari tangan pemeriksa didalam kanalis inguinalis maka hernia inguinalis lateralis maju menuruni kanalis pada samping jari tangan.
  7. Sebutkan 2 cara pemeriksaan fisik pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    • Finger Test
    • Thumb Test
  8. Bagaimana finger test dilakukan pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    Jari telunjuk dimasukkan melalui annulus eksternus pada kanalis inguinalis, kearah annulus internus lalu pasien disuruh mengejan, jika ada pendesakan yg dirasakan pada ujung jari maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inguinalis lateralis.
  9. Bagaimana thumb test dilakukan pada hernia inguinalis leteralis?
    Jawaban :
    Ibu jari ditutupkan pd annulus internus (pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan tuberkulum pubicum, + 2 cm diatasnya). Jika benjolan tidak keluar saat penderita mengejan maka pasien tersebut mengidap penyakit hernia inuinalis lateralis.
  10. Apa penyebab hernia inguinalis lateralis menyerang bayi dan anak-anak?
    Jawaban :
    Hernia inguinalis menyerang bayi dan anak-anak karena kelainan bawaan berupa tidak menutupnya prosesus vaginalis.
  11. Bagaimana patofisiologis dari hernia ingunalis lateralis?
    Jawaban :
    Hernia inguinalis lateralis keluar dari rongga peritoneum melalui annulus internus, lalu masuk kanalis inguinalis, dan keluar melalui annulus inguinalis eksternus.
  12. Sebutkan ciri-ciri hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
  13. Bentuk elips,
    • Isi tidak mudah masuk
    • Sering inkarserata
    • Tumb test : hernia tidak keluar
    • Finger test : teraba di ujung
    • Defek : Annulus internus
  14. Mengapa pada hernia ingunalis lateralis insisi kulit harus ditentukan tempatnya dengan tepat? Jawaban :
    Karena untuk mencegah cedera pada nervus iliohipogastrikus dan ilionguinalis, yang penting dalam persarafan kulit pada kulit abdomen bawah, penis dan skrotum.
  15. Bagaimana prosedur operasi yang dilakukan pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban :
    • Prosedur-prosedur yang digunakan pada operasi hernia inguinalis lateralis meliputi:
      Herniotomi : pengangkatan kantong hernia ; isinya dikembalikan lagi ke abdomen ; lapisan otot dan fasia dijahit ; dapat dilakukan melalui leparoskopi pada pasien rawat jalan.
    • Hernioplasti : melibatkan penjahitan penguatan, untuk memperbaiki hernia yang meluas.
    • Reseksi usus untuk usu yang iskemik bersamaan dengan perbaikan hernia pada hernia terstrangulasi.
  16. Bagaiman prinsip operasi hernioplastik?
    Jawaban :
    Pada hernioplastik dilakukan tindakan memeperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.
  17. Apa perbedaan operasi metode Bassini dan metode Mc Vay?
    Jawaban :
    • Metode Bassini : menjahit conjoint tendon (pertemuan muskulus tranversus internus abdomen dan muskulus obliqus internus abdomen) ke ligament inguinale Poupart.
    • Metode Mc Vay : menjahit fasia tranversa, muskulus transversus abdomen dan muskulus obliqus Internus ke ligament Cooper.
  18. Apa tujuan tindakan Bassini pada hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban:
    Tujuan tindakan Bassini adalah untuk merapatkan conjoined tendon muskulus transversus abdominis dan obliqus internus ke ligamentum inguinale.
  19. Sebutkan 2 komponen primer yang menandai tindakan shouldice?
    Jawaban :
    • Melibatkan teknik yang digunakan pada annulus inguinalis profundus dan disertai dengan koreksi hernia inguinalis indirek
    • Mempertimbangkan penggunaan dinding inguinalis posterior serta merupakan tujuan utama dalam pengobatan hernia inguinalis indirek.
  20. Apa penyebab terjadinya komplikasi pada pasien setelah menjalani herniorafi inguinalis?
    Jawaban :
    Komplikasi terjadi karena penempatan jahitan yang kurang hati-hati pada pembuluh darah iliaka eksterna atau femoralis.
  21. Apa akibat jika nervus ilioinguinalis dan iliohypogastrikus mengalami cedera pada pasien hernia inguinalis lateralis?
    Jawaban:
    Jika mengalami cedera maka mengakibatkan perasaan baal dan parestesi di atas daerah kulit.
  22. Apa akibat jika arteria spermatika mengalami kerusakan pada pasien hernia inguinalis lateralis? Jawaban:
    Jika mengalami kerusakan maka dapat mengakibatkan orkitis iskemik dan atrofi testis.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

SABISTON. 1994. BUKU AJAR BEDAH Bagian 2. Jakarta : EGC

Neetina Sandra M. 2002. PEDOMAN PRAKTIK KEPERAWATAN. Jakarta : EGC

BAILEY HAMILTON. 1992. ILMU BEDAH GAWAT DARURAT EDISI KESEBLAS.

Yogyakarta : GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

Newman Dorland W.A. 2002. KAMUS KEDOKTERAN DORLAND EDISI 29. Jakarta : EGC

Penyakit Usus Buntu Akut

September 25, 2010

Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks).
Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus.

Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun.

clip_image002


PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.

Pada kebanyakan kasus,peradangan & infeksi usus buntu mungkin

didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu, penyebab lain yang telah diketahui :

- 60% Hiperplasia kelenjar getah bening

- 35% Fekalit feses yang menjadi keras

- 4% benda asing

- 1% striktur lumen oleh karsinoma


GEJALA

Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas :

1. Mual, muntah dan nyeri yang hebat perut kanan bagian bawah.
2. Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di

sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.
3. Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah

(Shifting pain) ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter

menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika

penekanan ini dilepaskan nyeri bisa bertambah tajam.
4. Demam bisa mencapai 37,8-38,8 derajat Celsius.

5. Anorexia atau nafsu makan menurun

6. Bisa Disertai Diare atau Nyeri Pada Saat Kencing
7. Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di

semua bagian perut.
8. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat

dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

9. Bila usus buntu pecah, nyeri abdomen umum, rigiditas dan

demam bisa menjadi berat.
10. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok


clip_image006clip_image005

Titik Mc Burney Nyeri Berpindah


DIAGNOSA

Terdapat jelas Gejala apendisitis akut

Pada pemeriksaan fisik :

  1. Ditemukan nyeri tekan pada titik Mc Burney perut kanan bawah.
  2. Nyeri pada pemeriksaan colok dubur pada arah jam 10 – 12

Pemeriksaan laboratorium :

  1. Menunjukan jumlah sel darah putih (Leukosit) agak meningkat
  2. Hitung jenis sel darah putih segmen / batang (Diff. Count) meningkat dari nilai normal.

Pemeksaan radiologi :

  1. Pada pemeriksaan USG Ditemukan nyeri pada penekanan tranduser pada perut kanan bawah. Kadang ditemukan gambaran massa infiltrat daerah perut kanan bawah pada apendik yang telah berkomplikasi.

PENATALAKSANAAN DAN PENGOBATAN

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (pecah), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).

Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis
Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal.

Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul.

Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.
Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.
Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.


KOMPLIKASI

Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah. Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :

- Massa periappendikuler

- Periappendikular abces atau sampai Perlengketan usus

- Appendisitis perforata

- Peritonitis,masuknya kuman usus ke dalam perut,yang bisa

berakibat fatal / kematian
- Infertilitas pada wanita, indung telur dan salurannya bisa

terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa

menyebabkan kemandulan
- Septikemia,yaitu masuknya kuman ke dalam pembuluh darah,

yang bisa berakibat fatal / kematian

Hipertiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan, sehingga menghasilkan sejumlah besar hormon tiroid.
Hipertiroidisme bisa ditemukan dalam bentuk penyakit Graves, gondok noduler toksik atau hipertiroidisme sekunder.
PENYAKIT GRAVES
Penyakit Graves (goiter difusa toksika) dipercaya disebabkan oleh suatu antibodi yang merangsang tiroid untuk menghasilkan hormon torid yang berlebihan.
Penderita penyakit Graves memiliki gejala-gejala khas dari hipertiroidisme dan 3 gejala tambahan khusus:

  1. Seluruh kelenjar terangsang, sehingga kelenjar sangat membesar, menyebabkan suatu benjolan di leher (gondok, goiter)
  2. Eksoftalmus (mata menonjol).
    Hal ini terjadi sebagai akibat dari penimbunan zat di dalam orbit mata.
  3. Penonjolan kulit diatas tulang kering.

Otot-otot yang menggerakkan mata tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga sulit atau tidak mungkin menggerakkan mata secara normal atau sulit mengkoordinir gerakan mata, akibatnya terjadi pandangan ganda.
Kelopak mata tidak dapat menutup secara sempurna, sehingga mata terpapar oleh benda-benda asing dan mengalami kekeringan. Perubahan mata ini bisa terjadi bertahun-tahun sebelum gejala lainnya timbul (merupakan pertanda awal dari penyakit Graves) atau bisa juga muncul setelah gejala lainnya timbul. Gejala mata bahkan bisa terjadi atau bertambah buruk setelah pelepasan hormon tiorid yang berlebihan ini diobati dan berhasil dikendalikan.
Gejala mata bisa dikurangi dengan:
- menempatkan kepala pada posisi yang lebih tinggi di tempat tidur
- memberikan obat tetes mata
- tidur dengan kelopak mata tertutup, dengan bantuan plester
- mengkonsumsi obat diuretik (kadang-kadang).
Penglihatan ganda bisa diatasi dengan memakai kacamata prisma. Jika tindakan-tindakan diatas tidak membantu, mungkin perlu diberikan obat kortikosteroid, terapi sinar X atau pembedahan mata.
Zat yang tertimbun di belakang mata juga bisa tertimbun di dalam kulit, biasanya diatas tulang kering. Daerah penebalan in bisa terasa gatal dan merah serta terasa keras jika ditekan dengan jari tangan. Penebalan kulit ini juga bisa terjadi sebelum atau sesudah gejala hipertiroidisme lainnya muncul.
Untuk mengurangi gatal dan kekerasan kulit, bisa diberikan krim atau salep kortikosteroid. Gangguan ini seringkali menghilang dengan sendirinya beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.
Goiter noduler toksika
Pada goiter noduler toksika, satu atau beberapa nodul di dalam tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiorid dan berada diluar kendali TSH (thyroid-stimulating hormone.
Nodul tersebut benar-benar merupakan tumor tiroid jinak dan tidak berhubungan dengan penonjolan mata serta gangguan kulit pada penyakit Graves.
Hipertiroidisme sekunder
Hipertiroidisme bisa disebabkan oleh tumor hipofisa yang menghasilkan terlalu banyak TSH, sehingga merangsang tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan.
Penyebab lainnya adalah perlawanan hipofisa terhadap hormon tiroid, sehingga kelenjar hipofisa menghasilkan terlalu banyak TSH.
Wanita dengan mola hidatidosa (hamil anggur) juga bis menderita hipertiroidisme karena perangsangan yang berlebihan terhadap kelenjar tirois akibat kadar HCG (human chorionic gonadotropin) yang tinggi dalam darah.
Jika kehamilan anggur berakhir dan HCG tidak ditemukan lagi di dalam darah, maka hipertiroidisme akan menghilang.

gondok

PENYEBAB

Penyebab dari hipertiroidisme adalah:

1. Reaksi imunologis

2. Tiroiditis

3. Adenoma tiroid toksik

GEJALA

Pada hipertiroidisme, apapun penyebabnya, terjadi peningkatan fungsi tubuh:
- Jantung berdetak lebih cepat dan bisa terjadi kelainan irama jantung, yang bisa menyebabkan palpitasi (jantung berdebar-debar)
- Tekanan darah cenderung meningkat
- Penderita merasakan hangat meskipun berada dalam ruangan yang sejuk
- Kulit menjadi lembab dan cenderung mengeluarkan keringat yang berlebihan
- Tangan memperlihatkan tremor (gemetaran) halus
- Penderita merasa gugup, letih dan lemah meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat
- Nafsu makan bertambah, tetapi berat badan berkurang
- Sulit tidur
- Sering buang air besar, kadang disertai diare
- Terjadi perubahan pada mata : bengkak di sekitar mata, bertambahnya pembentukan air mata, iritasi dan peka terhadap cahaya. Gejala ini akan segera menghilang setelah pelepasan hormon tiroid terkendali, kecuali pada penyakit Graves yang menyebabkan gangguan mata khusus.

KOMPLIKASI

Badai tiroid adalah suatu aktivitas yang sangat berlebihan dari kelenjar tiroid, yang terjadi secara tiba-tiba. Badai tiroid bisa menyebakan:
- demam
- kelemahan dan pengkisutan otot yang luar biasa
- kegelisahan
- perubahan suasana hati
- kebingungan
- perubahan kesadaran (bahkan sampai terjadi koma)
- pembesaran hati disertai penyakit kuning yang ringan.
Badai tiroid merupakan suatu keadaan darurat yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan segera. Tekanan yang berat pada jantung bisa menyebabkan ketidakteraturan irama jantung yang bisa berakibat fatal (aritmia) dan syok.
Badai tiroid biasanya terjadi karena hipertiroidisme tidak diobati atau karena pengobatan tidak adekuat, dan bisa dipicu oleh:
- infeksi
- trauma
- pembedahan
- diabetes yang kurang terkendali
- ketakutan
- kehamilan atau persalinan
- tidak melanjutkan pengobatan tiroid
- stres lainnya.

DIAGNOSA

Tanda-tanda vital (suhu, nadi, laju pernafasan, tekanan darah) menunjukkan peningkatan denyut jantung. Tekanan darah sistolik bisa meningkat.
Pemeriksaan fisik bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar tiroid atau gondok.
Untuk menilai fungsi tiroid dilakukan pemeriksaan:
- TSH serum (biasanya menurun)
- T3, T4 (biasanya meningkat).

PENGOBATAN

Hipertiroidisme biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan, pilihan lainnya adalah pembedahan untuk mengangkat kelenjar tiroid atau pemberian yodium radioaktif.
Setiap pengobatan memiliki kelebihan dan kekurangan.
Agar bekerja sebagaimana mestinya, kelenjar tiroid memerlukan sejumlah kecil yodium; jumlah yodium yang berlebihan bisa menurunkan jumlah hormon yang dibuat dan mencegah pelepasan hormon tiroid. Karena itu untuk menghentikan pelepasan hormon tiroid yang berlebih, bisa diberikan yodium dosis tinggi. Pemberian yodium terutama bermanfaat jika hipertiroidisme harus segera dikendalikan (misalnya jika terjadi badai tiroid atau sebelum dilakukan tindakan pembedahan).
Yodium tidak digunakan pada pengobatan rutin atau pengobatan jangka panjang.
Propiltiourasil atau metimazol, merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengobati hipertiroidisme. Obat ini memperlambat fungsi tiroid dengan cara mengurangi pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar. Kedua obat tersebut diberikan per-oral (ditelan), dimulai dengan dosis tinggi, selanjutnya disesuaika dengan hasil pemeriksaan darah terhadap hormon tiroid.
Obat ini biasanya bisa mengendalikan fungsi tiroid dalam waktu 6 minggu sampai 3 bulan. Dosis yang lebih tinggi bisa mempercepat pengendalian fungis tiroid, tetapi resiko terjadinya efek samping juga meningkat.
Efek samping yang terjadi bisa berupa reaksi alergi (ruam kulit), mual, hilang rasa dan penekanan sintesa sel darah merah di sumsum tulang. Penekanan sumsum tulang bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah putih, sehingga penderita sangat peka terhadap infeksi.
Pada wanita hamil, penggunaan propiltriurasil lebih aman dibandingkan dengan metimazol karena lebih sedikit obat yang sampai ke janin.
Obat-obat beta bloker (misalnya propanolol) membantu mengendalikan beberapa gejala hipertiroidisme. Obat ini efektif dalam memperlambat denyut jantung yang cepat, mengurangi gemetar dan mengendalikan kecemasan.
Beta bloker terutama bermanfaat dalam mengatasi badai tiroid dan penderita yang memiliki gejala yang mengganggu atau berbahaya, yang hipertiroidismenya tidak dapat dikendalikan oleh obat lain. Tetapi beta bloker tidak mengendalikan fungsi tiroid yang abnormal.
Hipertiroidisme juga bisa diobati dengan yodium radioaktif, yang menghancurkan kelanjar tiroid. Yodium radioaktif per-oral memberikan pengaruh yang sangat kecil terhadap tubuh, tetapi memberikan pengaruh yang besar terhadap kelenjar tiroid. Karena itu dosisnya disesuaikan sehingga hanya menghancurkan sejumlah kecil tiroid agar pembentukan hormon kembali normal, tanpa terlalu banyak mengurangi fungsi tiroid. Sebagian besar pemakaian yodium radioaktif pada akhirnya menyebakan hipotiroidisme. Sekitar 25% penderita mengalami hipotiroidisme dalam waktu 1 tahun setelah pemberian yodium radioaktif.
Yodium radioaktif tidak diberikan kepada wanita hamil karena bisa melewati sawar plasenta dan bisa merusak kelenjar tiroid janin.
Pada tiroidektomi, kelenjar tiroid diangkat melalui pembedahan. Pembedahan merupakan terapi pilihan untuk:
- penderita muda
- penderita yang gondoknya sangat besar
- penderita yang alergi terhadap obat atau mengalami efek samping akibat obat.
Setelah menjalani pembedahan, bisa terjadi hipotiroidisme. Kepada penderita ini diberikan terapi sulih hormon sepanjang hidupnya.
Komplikasi lain dari pembedahan adalah kelumpuhan pita suara dan kerusakan kelenjar paratiroid (kelenjar kecil di belakang kelenjar tiroid yang mengendalikan kadar kalsium dalam darah).

tiroid Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe ; papiler, folikuler, anaplastik atau meduler. Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar, lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar.  Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan. Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid; tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.
Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika:
- hanya ditemukan satu
- skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi
- nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik)
- nodulnya keras
- pertumbuhannya cepat.
KANKER PAPILER
60-70% dari kanker tiroid adalah kanker papiler. 2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita.
Kanker papiler lebih sering ditemukan pada orang muda, tetapi pada usia lanjut kanker ini lebih cepat tumbuh dan menyebar. Resiko tinggi terjadinya kanker papiler ditemukan pada orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher.
Kanker ini diatasi dengan tindakan pembedahan, yang kadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya. Nodul dengan diameter lebih kecil dari 1,9 cm diangkat bersamaan dengan kelenjar tiroid di sekitarnya, meskipun beberapa ahli menganjurkan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid.

Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini.
Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan.

Jika nodulnya lebih besar, maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruh kelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif, dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur.
Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan.

(more…)

TEKNIK KONVENSIONAL DORSUMSISI ( Dorsal Slit Operation )

Teknik Dorsumsisi adalah teknik sirkumsisi dengan cara memotong preputium pada bagian dorsal pada jam 12 sejajar sumbu panjang penis ke arah proksimal, kemudian dilakukan pemotongan sirkuler kekiri dan kekanan sejajar sulcus coronarius.

Keuntungan :

  1. Kelebihan kulit mukosa bisa diatur
  2. Resiko menyayat/memotong penis lebih kecil
  3. Mudah mengatur panjang pendek pemotongan mukopsa
  4. Tidak melukai glan dan frenulum
  5. Pendarahan bisa cepat diatasi
  6. Baik untuk penderita fimosis/paraphimosis.
  7. Baik untuk pemula.(tehnik yang paling aman)

Kerugian :

  1. Pendarahan relative lebih banyak.
  2. Teknik sulit dan lebih rumit
  3. Insisi sering tidak rata, tidak simetris.
  4. Waktu lebih lama.

Indikasi medis sirkumsisi antara lain :

  • Phimosis atau paraphimosis
  • Infeksi glans penis (balanitis) rekurens
  • Adanya smegma
  • Kondiloma akuminata

Kontraindikasi

Sirkumsisi tidak boleh dilakukan pada :

  • Hipospadia, karena kulit preputium akan dipergunakan dalam membuat uretra
  • Epispadia
  • Chorde
  • Webbed penis, yaitu adanya jaringan antara penis dan skrotum

Bila menemui penderita dengan kelainan seperti tersebut diatas, konsulkan kepada ahli bedah. Tentu saja bila ada infeksi pada kulit penis dan sekitarnya lebih baik disembuhkan dulu, dan bila keadaan umum kurang baik harus diperbaiki.

Persiapan

Setelah fisik dan mental dipersiapkan, informed consent didapat dari penderita atau keluarganya, disiapkan alat-alat :

  1. Sarung tangan steril 2 pasang
  2. Kasa steril
  3. Disinfektan, seperti povidone iodine
  4. Klem untuk disinfeksi
  5. Doek lubang steril
  6. Spuit 2.5 atau 5 cc steril
  7. Lidokain untuk anestesi infiltrasi
  8. 2 atau 3 klem lurus
  9. 2 atau klem arteri kecil
  10. Sonde
  11. Gunting jaringan
  12. Gunting benang
  13. Benang bedah yang cepat diserap, misalnya plain catgut 3/0 secukupnya
  14. Jarum jahit cutting lengkungan ½ , atau lebih baik bila ada dengan jarum jahit a-traumatic cutting
  15. Needle holder
  16. Pinset

Prosedur

  1. Disinfeksi penis dan sekitarnya dengan cairan disinfeksi
  2. Persempit lapangan tindakan dengan doek lubang steril
  3. Lakukan anestesi infiltrasi subkutan dimulai dari pangkal penis melingkar. Bila perlu tambahkan juga pada daerah preputium yang akan dipotong dan daerah ventral
  4. Tunggu 3 – 5 menit dan yakinkan anestesi lokal sudah bekerja dengan mencubitkan pinset
  5. Bila didapati phimosis, lakukan dilatasi dengan klem pada lubang preputium, lepaskan perlengketannya dengan glans memakai sonde atau klem sampai seluruh glans bebas. Bila ada smegma, dibersihkan.
  6. Jepit kulit preputium sebelah kanan dan kiri garis median bagian dorsal dengan 2 klem lurus. Klem ketiga dipasang pada garis tengah ventral. (Prepusium dijepit klem pada jam 11, 1 dan jam 6 ditarik ke distal)
  7. clip_image002clip_image004Gunting preputium dorsal tepat digaris tengah (diantara dua klem) kira-kira ½ sampai 1 sentimeter dari sulkus koronarius (dorsumsisi),buat tali kendali. kulit Preputium dijepit dengan klem bengkok dan frenulum dijepit dengan kocher
  1. clip_image006clip_image008Pindahkan klem (dari jam 1 dan 11 ) ke ujung distal sayatan (jam 12 dan 12’)
    Insisi meingkar kekiri dan kekanan dengan arah serong menuju frenulum di distal penis (pada frenulum insisi dibuat agak meruncing (huruf V), buat tali kendali )
  1. Cari perdarahan dan klem, ikat dengan benang plain catgut yang disiapkan.
  2. Setelah diyakini tidak ada perdarahan (biasanya perdarahan yang banyak ada di frenulum) siap untuk dijahit.Penjahitan dimulai dari dorsal (jam 12), dengan patokan klem yang terpasang dan jahitan kedua pada bagian ventral (jam 6). Tergantung banyaknya jahitan yang diperlukan, selanjutnya jahitan dibuat melingkar pada jam 3,6, 9,12 dan seterusnya
clip_image011clip_image012
  1. Luka ditutup dengan kasa atau penutup luka lain, dan diplester. Lubang uretra harus bebas dan sedapat mungkin tidak terkena urin.

HEMOSTASIS

Perawatan perdarahan di lakukan dengan mencari sumber perdarahan dengan menghapus daerah luka dengan menggunakan kasa, bila di dapatkan sumber perdarahan segera di jepit dengan klem/pean arteri kecil. Tarik klem, ligasi dengan mengikat jaringan sumber perdarahan dengan catgut. Potong ikatan sependek mungkin. Cari seluruh sumber perdarahan lain dan lakukan hal yang serupa.

Jika mempergunakan flashcutter, cukup menyentuh pendarahan dengan probe bipolar, seketika langsung terhenti.

WOUND SUTURE

Jahitan Frenulum
Frenulum biasanya dijahit dengan matras horizontal atau boleh dengan matras 8 (cross) ataupun matras horizontal. Setelah dijahit sisakan benang untuk digunakan sebagai kendali.·

Jahitan Dorsal
Jahitan pada dorsal penis mengunakan jahitan simpul. Sisakan benang untuk dibuat tali kendali. (Gambar 18 Simpul pada jam 12)·

Jahitan bagian kulit mukosa yang lain
Dengan menggunakan kendali untuk mengarahkan posisi penis jahit sekeliling luka dengan jahitan simpul (jam 12). Jahitan simpul bisa dilakukan pada jam 3 dan 9 atau jam 2,4, 8 dan 10. Tidak diianjurkan Mengikatnya terlalu erat. Tidak dianjurkan menggunakan jahitan jelujur (Continuous Suture). Bila telah dijahit semua maka lihat apakah ada bagian yang renggang yang memerlukan jahitan.

WOUND CARE

Setelah selesai di jahit olesi tepi luka dengan betadine, bila perlu beri dan olesi dengan salep antibiotik.Perawatan luka bisa dilakukan dengan metode tertutup atau terbuka.

Metode terbuka (Open Care )
Perawatan ini bisa dilakukan bila ada jaminan penderita mampu menjaga kebersihan luka. Setelah diolesi betadine dan salep antibiotika biarkan secara terbuka (dianjurkan urologi).

Metode tertutup (Close Care)

Setelah diberi betadine dan salep antibiotika, berikan sufratule secara melingkar. Tutup denga kasa steril, ujung kain kasa dipilin sebagai tempat fiksasi supra pubic dengan menggunakan plester (Balutan Suspensorium) atau biarkan berbentuk cincin (Balutan Ring).

POST OPERATION CARE

Medikamentosa :

1. Analgetika : Antalgin 500mg PO 3dd1,Asam Mefenamat 500mg PO 3dd1

2. Antibiotika : Amoksisilin 500mg PO 3dd1,Eritromisin 500mg 3dd1

3. Roboransia : Vitamin B Complex,Vitamin C

Edukasi

1. Luka dalam 3 hari jangan kena air.
2. Hati hati dengan perdarahan post circumsisi, bila ada segera kontrol
3. Perbanyak istirahat
4. Bila selesai kencing hapus sisa air kencing dengan tisue atau kasa
5. Perbanyak dengan makan dan minum yang bergizi

6. Setelah 3-5 hari post circumsisi buka perban di rumah segera kontrol.

Komplikasi

  1. Penderita alergi terhadap obat anestesi lokal. Lebih sering pada prokain dan jarang didapati pada lidokain. Seharusnya disiapkan pula obat untuk mengatasi shock anaphilaktik
  2. Perdarahan. Terutama pada frenulum, karenanya untuk mencegah perdarahan, jahitan pada frenulum diyakinkan cukup adekwat. Perdarahan juga dapat terjadi pada pada penderita dengan kelainan pembekuan darah.
  3. Infeksi. Bila asepsis-antisepsis kurang diperhatikan, atau terkena urin.
  4. Pengangkatan kulit preputium kurang adekwat, sehingga glans masih tertutup kulit.
  5. Pengangkatan kulit terlalu banyak, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam menjahit, tegang dan mempengaruhi penis sewaktu ereksi nantinya
  6. Glans ikut terpotong atau amputasi glans. Dengan dorsumsisi lebih dahulu, hampir tidak pernah terjadi. Glans terpotong paling banyak didapati pada teknik guoletin, karena tanpa membuka preputium terlebih dahulu
Page 2 of 8«12345»...Last »

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin