jenis-cairan-infus Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.

Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:

  1. Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
  2. Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
  3. Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
  4. “Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)
  5. Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)
  6. Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)
  7. Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena antara lain:

  1. Pada seseorang dengan penyakit berat, pemberian obat melalui intravena langsung masuk ke dalam jalur peredaran darah. Misalnya pada kasus infeksi bakteri dalam peredaran darah (sepsis). Sehingga memberikan keuntungan lebih dibandingkan memberikan obat oral. Namun sering terjadi, meskipun pemberian antibiotika intravena hanya diindikasikan pada infeksi serius, rumah sakit memberikan antibiotika jenis ini tanpa melihat derajat infeksi. Antibiotika oral (dimakan biasa melalui mulut) pada kebanyakan pasien dirawat di RS dengan infeksi bakteri, sama efektifnya dengan antibiotika intravena, dan lebih menguntungkan dari segi kemudahan administrasi RS, biaya perawatan, dan lamanya perawatan.
  2. Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral (efektivitas dalam darah jika dimasukkan melalui mulut) yang terbatas. Atau hanya tersedia dalam sediaan intravena (sebagai obat suntik). Misalnya antibiotika golongan aminoglikosida yang susunan kimiawinya “polications” dan sangat polar, sehingga tidak dapat diserap melalui jalur gastrointestinal (di usus hingga sampai masuk ke dalam darah). Maka harus dimasukkan ke dalam pembuluh darah langsung.
  3. Pasien tidak dapat minum obat karena muntah, atau memang tidak dapat menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas). Pada keadaan seperti ini, perlu dipertimbangkan pemberian melalui jalur lain seperti rektal (anus), sublingual (di bawah lidah), subkutan (di bawah kulit), dan intramuskular (disuntikkan di otot).
  4. Kesadaran menurun dan berisiko terjadi aspirasi (tersedak—obat masuk ke pernapasan), sehingga pemberian melalui jalur lain dipertimbangkan.
  5. Kadar puncak obat dalam darah perlu segera dicapai, sehingga diberikan melalui injeksi bolus (suntikan langsung ke pembuluh balik/vena). Peningkatan cepat konsentrasi obat dalam darah tercapai. Misalnya pada orang yang mengalami hipoglikemia berat dan mengancam nyawa, pada penderita diabetes mellitus. Alasan ini juga sering digunakan untuk pemberian antibiotika melalui infus/suntikan, namun perlu diingat bahwa banyak antibiotika memiliki bioavalaibilitas oral yang baik, dan mampu mencapai kadar adekuat dalam darah untuk membunuh bakteri.

Indikasi Pemasangan Infus melalui Jalur Pembuluh Darah Vena (Peripheral Venous Cannulation)

  1. Pemberian cairan intravena (intravenous fluids).
  2. Pemberian nutrisi parenteral (langsung masuk ke dalam darah) dalam jumlah terbatas.
  3. Pemberian kantong darah dan produk darah.
  4. Pemberian obat yang terus-menerus (kontinyu).
  5. Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
  6. Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.

Kontraindikasi dan Peringatan pada Pemasangan Infus Melalui Jalur Pembuluh Darah Vena

  1. Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus.
  2. Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah).
  3. Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki).

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi dalam pemasangan infus:

  1. Hematoma, yakni darah mengumpul dalam jaringan tubuh akibat pecahnya pembuluh darah arteri vena, atau kapiler, terjadi akibat penekanan yang kurang tepat saat memasukkan jarum, atau “tusukan” berulang pada pembuluh darah.
  2. Infiltrasi, yakni masuknya cairan infus ke dalam jaringan sekitar (bukan pembuluh darah), terjadi akibat ujung jarum infus melewati pembuluh darah.
  3. Tromboflebitis, atau bengkak (inflamasi) pada pembuluh vena, terjadi akibat infus yang dipasang tidak dipantau secara ketat dan benar.
  4. Emboli udara, yakni masuknya udara ke dalam sirkulasi darah, terjadi akibat masuknya udara yang ada dalam cairan infus ke dalam pembuluh darah.

Komplikasi yang dapat terjadi dalam pemberian cairan melalui infus:

• Rasa perih/sakit

• Reaksi alergi

Jenis Cairan Infus:

  1. Cairan hipotonik:

osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi), sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%.

  1. Cairan Isotonik:

osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL), dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%).

  1. Cairan hipertonik:

osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Misalnya Dextrose 5%, NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-Lactate, Dextrose 5%+NaCl 0,9%, produk darah (darah), dan albumin.

Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya:

  1. Kristaloid:

bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera. Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis.

  1. Koloid:

ukuran molekulnya (biasanya protein) cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler, dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. Contohnya adalah albumin dan steroid.

JENIS-JENIS CAIRAN INFUS

ASERING

Indikasi:

Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.

Komposisi:

Setiap liter asering mengandung:

  • Na 130 mEq
  • K 4 mEq
  • Cl 109 mEq
  • Ca 3 mEq
  • Asetat (garam) 28 mEq

Keunggulan:

    1. Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati
    2. Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus
    3. Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran
    4. Mempunyai efek vasodilator
    5. Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral

KA-EN 1B

Indikasi:

  1. Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)
  2. < 24 jam pasca operasi
  3. Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
  4. Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam

KA-EN 3A & KA-EN 3B

Indikasi:

  1. Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
  2. Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
  3. Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
  4. Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B

KA-EN MG3

Indikasi :

  1. Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
  2. Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
  3. Mensuplai kalium 20 mEq/L
  4. Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L

KA-EN 4A

Indikasi :

  1. Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
  2. Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
  3. Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi (per 1000 ml):

  • Na 30 mEq/L
  • K 0 mEq/L
  • Cl 20 mEq/L
  • Laktat 10 mEq/L
  • Glukosa 40 gr/L

KA-EN 4B

Indikasi:

  1. Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun
  2. Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia
  3. Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi:

    • Na 30 mEq/L
    • K 8 mEq/L
    • Cl 28 mEq/L
    • Laktat 10 mEq/L
    • Glukosa 37,5 gr/L

Otsu-NS

Indikasi:

  1. Untuk resusitasi
  2. Kehilangan Na > Cl, misal diare
  3. Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)

Otsu-RL

Indikasi:

  1. Resusitasi
  2. Suplai ion bikarbonat
  3. Asidosis metabolik

MARTOS-10

Indikasi:

  1. Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
  2. Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein
  3. Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam
  4. Mengandung 400 kcal/L

AMIPAREN

Indikasi:

  1. Stres metabolik berat
  2. Luka bakar
  3. Infeksi berat
  4. Kwasiokor
  5. Pasca operasi
  6. Total Parenteral Nutrition
  7. Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit

AMINOVEL-600

Indikasi:

  1. Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI
  2. Penderita GI yang dipuasakan
  3. Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca operasi)
  4. Stres metabolik sedang
  5. Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)

PAN-AMIN G

Indikasi:

  1. Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan
  2. Nitrisi dini pasca operasi
  3. Tifoid

Mengetahui Tingkat Dehidrasi terutama pada anak

infus Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan Anak Sehat?

Anak sehat dengan asupan cairan normal, tanpa memperhitungkan kebutuhan cairan yang masuk melalui mulut, membutuhkan sejumlah cairan yang disebut dengan “maintenance”.

Cairan maintenance adalah volume (jumlah) asupan cairan harian yang menggantikan “insensible loss” (kehilangan cairan tubuh yang tak terlihat, misalnya melalui keringat yang menguap, uap air dari hembusan napas dalam hidung, dan dari feses/tinja), ditambah ekskresi/pembuangan harian kelebihan zat terlarut (urea, kreatinin, elektrolit, dll) dalam urin/air seni yang osmolaritasnya/kepekatannya sama dengan plasma darah.

Kebutuhan cairan maintenance anak berkurang secara proporsional seiring meningkatnya usia (dan berat badan). Perhitungan berikut memperkirakan kebutuhan cairan maintenance anak sehat berdasarkan berat bdan dalam kilogram (kg).

Cairan yang digunakan untuk infus maintenance anak sehat dengan asupan cairan normal adalah:

NaCl 0.45% dengan Dekstrosa 5% + 20mmol KCl/liter

Penyalahgunaan cairan infus yang banyak terjadi adalah dalam penanganan diare (gastroenteritis) akut pada anak. Pemberian cairan infus banyak disalahgunakan (overused) di Unit Gawat Darurat (UGD) karena persepsi yang salah bahwa jenis rehidrasi ini lebih cepat menangani diare, dan mengurangi lama perawatan di RS.

Gastroenteritis akut disebabkan oleh infeksi pada saluran cerna (gastrointestinal), terutama oleh virus, ditandai adanya diare dengan atau tanpa mual, muntah, demam, dan nyeri perut. Prinsip utama penatalaksanaan gastroenteritis akut adalah menyediakan cairan untuk mencegah dan menangani dehidrasi.

Penyakit ini umumnya sembuh dengan sendirinya (self-limiting), namun jika tidak ditangani dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang bisa mengancam nyawa. Dehidrasi yang diakibatkan sering membuat anak dirawat di RS.

Terapi cairan yang diberikan harus mempertimbangkan tiga komponen berdasarkan penilaian derajat dehidrasi yang terjadi. :

  1. rehidrasi (mengembalikan cairan tubuh),
  2. mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung
  3. “maintenance”

Penilaian Derajat Dehidrasi

(dinyatakan dalam persentase kehilangan berat badan)

Tanpa Dehidrasi:

diare berlangsung, namun produksi urin normal, maka makan/minum dan menyusui diteruskan sesuai permintaan anak (merasa haus).

Dehidrasi Ringan (< 5%)

  • Kotoran cair (watery diarrhea)
  • Produksi urin (air seni) berkurang
  • Senantiasa merasa haus
  • Permukaan lapisan lendir (bibir, lidah) agak kering

Dehidrasi Sedang (5-10%)

  • Turgor (kekenyalan) kulit berkurang
  • Mata cekung
  • Permukaan lapisan lendir sangat kering
  • Ubun-ubun depan mencekung

Dehidrasi Berat (>10%)

Tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah:

  • Denyut nadi cepat dan isinya kurang (hipotensi/tekanan darah menurun)
  • Ekstremitas (lengan dan tungkai) teraba dingin
  • Oligo-anuria (produksi urin sangat sedikit, kadang tidak ada), sampai koma

Penggantian Cairan pada Anak dengan Gastroenteritis

Derajat dehidrasi (persentase kehilangan berat badan/BB)Cairan Rehidrasi Oral (CRO)Cairan intravena/infus
Ringan (< 5%)50 ml/kg BB dalam 3 – 4 jamTidak direkomendasikan
Sedang (5 – 10%)100 ml/kg BB dalam 3 – 4 jamTidak direkomendasikan
Berat ( > 10%)100 – 150 ml/kg BB dalam 3 – 4 jam (jika masih mampu minum CRO)20 ml /kg, Bolus dalam satu jam (NaCl atau RL)
Kehilangan BB berlanjut10 ml/kg setiap habis BAB atau muntah10 ml/kg setiap habis BAB atau muntah

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian CRO dalam penatalaksanaan diare (gastroenteritis) pada anak dengan dehidrasi derajat ringan-sedang. Penggunaan cairan infus hanya dibatasi pada anak dengan dehidrasi berat, syok, dan ketidakmampuan minum lewat mulut.

Terapi rehidrasi (pemberian cairan) oral (oral rehydration therapy) seperti oralit dan Pedialyte® terbukti sama efektifnya dengan cairan infus pada diare (gastroenteritis) dengan dehidrasi sedang. Keuntungan tambahan lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk memberikan terapi CRO ini lebih cepat dibandingkan dengan harus memasang infus terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) RS. Bahkan dalam analisis penatalaksanaan, pasien yang diterapi dengan CRO sedikit yang masuk perawatan RS. Hasil penelitian ini meyarankan cairan rehidrasi oral menjadi terapi pertama pada anak diare di bawah 3 tahun dengan dehidrasi sedang.

Pada anak dengan muntah dan diare akut, apakah pemberian cairan melalui infus (intravenous fluids) mempercepat pemulihan dibandingkan dengan cairan rehidrasi oral (oral rehydration therapy/solution/CRO/oralit)?

Ternyata pemberian cairan infus tidak mempersingkat lamanya penyakit, dan bahkan mampu menimbulkan efek samping dibandingkan pemberian oralit.Sebuah penelitian meta analisis internasional yang membandingkan CRO (oralit) dengan cairan intravena/infus pada anak dengan derajat dehidrasi ringan sampai berat menunjukkan bahwa CRO mengurangi lamanya perawatan di RS sampai 29 jam. Sebuah studi lain juga menyimpulkan CRO menangani dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan asidosis (keasaman darah meningkat) lebih cepat dan aman dibandingkan cairan infus. Penelitian lain menunjukkan keuntungan lain oralit pada diare dengan dehidrasi ringan-sedang adalah mengurangi lamanya diare, meningkatkan (mengembalikan) berat badan anak, dan efek samping lebih minimal dibandingkan cairan infus.

Pengawasan (Monitoring)

  1. Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur berat badannya, 6 –8 jam setelah pemberian cairan, dan kemudian sekali sehari.
  2. Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur kadar elektrolit dan glukosa serum sebelum pemasangan infus, dan 24 jam setelahnya.
  3. Bagi anak yang tampak sakit, periksa kadar elektrolit dan glukosa 4 – 6 jam setelah pemasangan, dan sekali sehari sesudahnya.

Tumor Jinak HEMAMIOMA

September 4, 2010

photo bayi

Apa yang dimaksud dengan hemamioma?

Hemamioma merupakan tumor jinak yang sering ditemukan. Tumor ini kadang voliter, dapat pula multipel atau berukuran besar yang biasanya terdapat dijaringan-jaringan yaitu: kulit, otot, tulang,  SSP, dan visera. Hemamioma merupakan tumor vaskular jinak terlazim pada bayi dan anak.

Sebutkan tipe-tipe hemamioma?

Kapilaris, kavernosa, sklerotikans, dan glomamioma. Namun tipe yang utama yaitu hemamioma kapiler dan hemamioma kavernosum.

Dimanakah biasanya hemamioma terjadi?

  1. Kulit. Membentuk bintik-bintik de morgan, spider nevi, nevi muberry dan pulasan port-wine.
  2. Otot. Ditemukan sebagai tumor-tumor vaskular pada setiap otot, tetapi khususnya pada paha, betis, biceps, triceps, dan sternomastoid.
  3. Tulang. Biasanya tipe kavernosa dan sering ditemukan pada vertebrae dan cranium.
  4. SSP. Lesi-lesi kapiler atau kavernosa dapat terjadi dimanapun pada otak, tetapi terutama pada serebelum.
  5. Visera. Hemamioma kavernosa sering kali ditemukan dalam hepar atau visera lain. Jika terdapat pada piramid ginjal atau pada mukosa usus, dapat menyebabkan perdarahan klinik.

Bagaimana patofisiologi pada hemamioma jenis kapiler?

Jenis hemamioma ini terdiri dari nervus simplek, atau nervus buah arbei, dan nervus flameus. Nervus simplex kalau sudha terbentuk tampak seperti buah arbei menonjol, berwarna merah cerah dengan cekungan kecil. Perkembangannya dimulai dengan titik kecil pada waktu lahir, membesar cepat, dan menetap pada usia kira-kira 8 bulan. Kemudian akan mengalami regresi spontan dan menjadi pucat karena fibrosis setelah usia 1 tahun. Proses regresi berjalan sampai usia 6-7 tahun. Nervus flaneus ada sejak lahir, menetap dan rata dengan permukaan kulit, kecuali bila teriritasi dapat menonjol ditempat yang teriritasi tersebut.

Jelaskan mengenai hemamioma kavernosum yang berasal dari pelebaran pembuluh hati?

Hemamioma kavernsum ini sesungguhnya yaitu hemamioma yang merupakan proliferasi jaringan vaskuler embrionik hati. Tumor ini pada umumnya terletak sub kapsuler dan lobus kanan lebih banyak tekena daripada lobus kiri. Tumor ini jarang menimbulkan keluhan, kecuali pada jenis yang berukuran besar didapat keluhan nyeri. Penyulit yang serius ialah perdarahan hati karena hemamioma pecah spontan.

Bagaimana cara mendiagnosis hemamioma?

diagnosis hemamioma daat dibuat dengan pemeriksaan  ultrasonografi dan artoriografi selektif. Hemamioma kecil tanpa keluhan atau yang dijumpai pada waktu pembedahan tidak perlu diekstirtasi. Pembedahan dilakukan bila ada atau bila ada resiko perdarahan.

Jelaskan bagaimana hemamioma seklerotikans terjadi?

Hemamioma seklerotikans dihasilkan sebagai akibat fibrosis atau sklerosis dari suatu hemamioma kapilaris. Suatu modul yang secara predominan fibrosa yang mengandung sisa-sisa pigmen zat besi.

Hemangioma banyak terjadi pada?

Hemangioma merupakan tumor vaskuler jinak terlazim pada bayi dan anak.

Pada hemangioma, mengapa terapi yang diberikan harus bersifat suportif?

Karena ciri khas tumor ini cepat membesar selama beberapa bulan pertama    kehidupan, tetapi kemudian mengalami involusi spontan.

Terapi apa yang tepat untuk hemangioma?

Dengan pemasangan trakeostomi bila jalan nafas sangat terancam. Pemberian secara sistemik atau suntikan langsung kortikosteroid, telah digunakan pada sejumlah kasus untuk mempercepat proses regresi spontan.

Apa yang dimaksud dengan lesi port wine?

Lesi hitam rata konginental yang ada saat lahir dan terdiri dari saluran kecil berlapis endothelium. Penekanan pada lesi akan menyebabkan pemucatan. Tumor ini cenderung muncul lebih menonjol sesuai dengan bertambahnya usia, berbeda dari hemangioma kapiler, yang biasanya beregresi pada usia 5 tahun.

Bagaimana cara penanggulangan hemangioma?

Hemangioma buah arbei sebaiknya dibiarkan mengalami regresi spontan. Jadi, walaupun besar, mencolok dan tampak menakutkan, jenis ini tidak memerlukan tindakan selain pemasangan pembalut elastis dengan sedikit penekanan secara terus-menerus. Tindakan ini mempercepat proses regresi.

Bagaimana cara menanggulangi hemangioma jenis flameus?

Jenis flameus ditanggulangi dengan eksisi, kalau perlu ditambah dengan cangkok kulit. Dapat juga dilakukan perajahan (tatoasi) untuk menyamarkan warna. Penanggulangan dengan laser argon umumnya cukup memuaskan.

Bagaimana cara menanggulangi hemangioma jenis kavernosum?

Untuk hemangioma kavernosum, satu-satunya cara terapi ialah ekstirpasi. Pada jenis yang luas dapat dibantu dengan embolisa dengan panduan angiografi. Embriolisa membantu memperkecil tumor untuk mrmudahkan tindakan bedah. Kadang infiltrasi menyusup jauh ke dalam sehingga diperlukan pembedahan luas. Kelainan ini dapat kambuh dari sisa hemangioma yang sukar dicapai pada pembedahan.

Bagaimana cara mendiagnosis hemangioma?

Diagnosis hemangioma dapat dibuat dengan pemerikasaan ultrasonografi dan arteriografi selektif. Hemangioma kecil tanpa keluhan atau yang dijumpai pada waktu pembedahan tidak perlu diekstirpasi. Pembedahan dilakukan apabila ada keluhan atau bila ada resiko perdarahan.
Kenapa saat ini radiasi jarang digunakan pada kasus hemangioma?
Karena komplikasi jangka lama terapi radiasi, serta fakta bahwa kebanyakan hemangioma kapiler akan beregresi. Terapi dengan kortikosteroid sistemik dalam dosis besar kadang-kadang akan menimbulkan regresi pada lesi yang tumbuh cepat.

Apakah yang dimaksud dengan nevus port wine pada hemangioma?

nevus port wine merupakan masalah kosmetik yang sulit akibat hemangioma.

Terapi apa yang digunakan untuk mengatasi masalah nevus port wine?

Penggunaan laser telah menyokong terapi lesi ini dan diharapkan bahwa terapi tersebut akan mencegah kebutuhan pembedahan yang luas dan pencangkokan. Kosmetik bermanfaat dalam kasus lesi kecil.

Apakah komplikasi yang bisa terjadi pada hemangioma kavernosum?

Jenis kavernosum bias meluas dan menyusup ke jaringan sekitarnya, oleh karena itu jaringan di atas hemangioma dapat mengalami iskemia sehingga mudah rusak oleh iritasi misalnya didaerah perineum dan menimbulkan tukak yang sulit sembuh dan kadang berdarah.
Pada hemangioma simpleks yang  terdapat pada mata, mengapa selama menunggu regresi harus diusahakan agar mata kena rangsang cahaya?
Karena untuk menghindari terjadinya ambliopati pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Definisi

Fissura Perianal adalah robekan atau luka dengan nanah didaerah anus, dekat perbatasan dengan kulit. Luka sering terjadi pada bagian belakang. Kadang, meski jarang, luka bisa juga ditemukan dibagian depan. “ Lebih jarang lagi luka ditemukan dibagian samping. Bila itu terjadi, perlu dipikirkan kemungkinan penyakit lain,”

Pathofisiologi

Feses yang keras dan menimbulkan rasa sakit saat BAB bisa mengakibatkan sphincter spasme. Yakni, reaksi dubur karena sakit dan terus berkontraksi. Bila tiap BAB sakit, penderita akan menahan BAB. Akibatnya, berak makin keras dan feses makin sulit keluar sehingga membuat robekan di daerah anal. fissure menimbulkan nyeri dan pendarahan selama atau segera setelah BAB. Rasa nyeri berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu menghilang sampai saat BAB berikutnya. Gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek.
Anus fisura umumnya diikuti pendarahan meski tak sebanyak pada penderita wasir. Dan terjadi juga peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fissura.

Gejala klinis

Nyeri, Radang disekitar anus
Berdarah, Bernanah, Brerair
Gatal, Bau sekitar anus
Sering disertai demam

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan Fistel Parianal adalah dengan cara dilakukan Bedah meregang Anus, yaitu prosedur bedah  dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk melakukan pengobatan anus fisura.

DefinisiFissura Perianal adalah robekan atau luka dengan nanah didaerah anus, dekat perbatasan dengan kulit. Luka sering terjadi pada bagian belakang. Kadang, meski jarang, luka bisa juga ditemukan dibagian depan. “ Lebih jarang lagi luka ditemukan dibagian samping. Bila itu terjadi, perlu dipikirkan kemungkinan penyakit lain,”
PathofisiologiFeses yang keras dan menimbulkan rasa sakit saat BAB bisa mengakibatkan sphincter spasme. Yakni, reaksi dubur karena sakit dan terus berkontraksi. Bila tiap BAB sakit, penderita akan menahan BAB. Akibatnya, berak makin keras dan feses makin sulit keluar sehingga membuat robekan di daerah anal. fissure menimbulkan nyeri dan pendarahan selama atau segera setelah BAB. Rasa nyeri berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, lalu menghilang sampai saat BAB berikutnya. Gatal-gatal (pruitus ani) dan berbau busuk mungkin terjadi karena adanya nanah dari luka robek.  Anus fisura umumnya diikuti pendarahan meski tak sebanyak pada penderita wasir. Dan terjadi juga peradangan di daerah luka sehingga terbentuk perianal abses dan akhirnya menjadi fissura.
Gejala klinisNyeri, Radang disekitar anusBerdarah, Bernanah, BrerairGatal, Bau sekitar anusSering disertai demam
PenatalaksanaanPenatalaksanaan Fistel Parianal adalah dengan cara dilakukan Bedah meregang Anus, yaitu prosedur bedah  dengan cara meregang dan merobek sphincters untuk melakukan pengobatan anus fisura.

Poster Fissura Perianal

Kontraktur

Kontraktur dapat disebabkan oleh kelainan struktur sekitar sendi. Ini termasuk:

  1. Kelainan bentuk
  2. Imobilitas
  3. Cedera Peradangan kronis

Beberapa gangguan yang mempengaruhi saraf dan otot hampir selalu menyebabkan kontraktur.

Sebagai contoh:

Penyakit otot menyusun Cerebral palsy

Kontraktur sering juga dikaitkan dengan kelenturan akibat luka pada sistem saraf pusat.

Lebih Jelasnya anda bisa lihat slide di bawah ini.

View more presentations from Yuda Handaya.

Dokter telah merekomendasikan bahwa Anda menjalani kateterisasi jantung. Tapi apa yang benar-benar berarti?

Jantung terletak di pusat dada. Tugas adalah untuk menjaga darah terus menerus beredar di seluruh tubuh.

pembuluh darah yang membawa darah yang kaya oksigen dari jantung disebut arteri.

Terbesar dan terpenting di antaranya adalah aorta.

Pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung disebut pembuluh darah.

Kadang-kadang, ini bisa tumbuh pembuluh darah sempit atau tersumbat sedemikian rupa sehingga aliran darah normal dibatasi. Dalam terminologi sederhana, sebuah kateterisasi jantung adalah prosedur diagnostik yang digunakan ketika dokter Anda berpendapat bahwa darah tidak mengalir normal di dalam dan atau sekitar jantung Anda.

Dalam terminologi sederhana, sebuah kateterisasi jantung adalah prosedur diagnostik yang digunakan ketika dokter Anda berpendapat bahwa darah tidak mengalir normal di dalam dan atau sekitar jantung Anda.

Selama kateterisasi jantung, spesialis jantung akan memasukkan tabung tipis ke dalam arteri di lengan atau kaki dan dengan lembut membimbing ke arah area masalah dalam hati.

Sekali tabung ini di tempat, pewarna khusus disuntikkan dan serangkaian x-sinar yang diambil.

Sinar-x ini memungkinkan dokter untuk melihat secara tepat bagaimana darah mengalir di dalam hati Anda.Dokter telah merekomendasikan bahwa Anda menjalani kateterisasi jantung. Tapi apa yang benar-benar berarti?

Jantung terletak di pusat dada. Tugas adalah untuk menjaga darah terus menerus beredar di seluruh tubuh.

pembuluh darah yang membawa darah yang kaya oksigen dari jantung disebut arteri.

Terbesar dan terpenting di antaranya adalah aorta.

Pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung disebut pembuluh darah.

Kadang-kadang, ini bisa tumbuh pembuluh darah sempit atau tersumbat sedemikian rupa sehingga aliran darah normal dibatasi. Dalam terminologi sederhana, sebuah kateterisasi jantung adalah prosedur diagnostik yang digunakan ketika dokter Anda berpendapat bahwa darah tidak mengalir normal di dalam dan atau sekitar jantung Anda.

Dalam terminologi sederhana, sebuah kateterisasi jantung adalah prosedur diagnostik yang digunakan ketika dokter Anda berpendapat bahwa darah tidak mengalir normal di dalam dan atau sekitar jantung Anda.

Selama kateterisasi jantung, spesialis jantung akan memasukkan tabung tipis ke dalam arteri di lengan atau kaki dan dengan lembut membimbing ke arah area masalah dalam hati.

Sekali tabung ini di tempat, pewarna khusus disuntikkan dan serangkaian x-sinar yang diambil.

Sinar-x ini memungkinkan dokter untuk melihat secara tepat bagaimana darah mengalir di dalam hati Anda.

Pantut kita syukuri jika kita memiliki organ Jantung yang sehat, adakalanya karena satu dan lain hal perlu diadakan tindakan bedah terhadap organ penting ini. Simulasi nya bisa anda lihat melalui tayangan 3D di bawah ini.

Fibrodenoma Mammae

June 30, 2010

Fibrodenoma

1. Bagai manakah sifat dari neoplasma jinak ?
2. Sebutkan macam-macam tumor jinak mammae ?
3. Berasal dari mana fibroadenema ?
4. Sebutkan gambaran klinik dari fibroadenema ?
5. Bagai manakah cara mendiagnosa fibroadenema ?
6. Bagai manakah gambaran macros dari fibroadenema ?
7. Sebutkan pinata laksanaan atau terapi yang dapat di lakukan pada penderita fibrooadenema ?
8. Bagai manakah gambaran Mikros dari fibroadenema ?
9. Berasal dari mana filoides ?
10. Bagai manakah gambaran macros dari tumor filoides ?
11. Sebutkan gambaran klinis dari filoides ?
12. Sebutkan pinata laksanaan atau terapi yang dapat di lakukan pada penderita filoides ?
13. Sebutkan gambaran micros dari filoides ?
14. Bagai manakah cara mendiagnosa filoides ?
15. Sebutkan gambaran klinis dari papiloma intraduktus ?
16. Berasal dari manakah papiloma intraduktus ?
17. Sebutkan gambaran klinis dari adenosis sklerosis ?
18. Mastitis sel plasma di sebut juga sebagai mastitis ?
19. Sebutkan penyebap dari Nekrosis lemak ?
20. Sebutkan gambaran klinis dari nekrosis lemak ?

1. Terdiri dari jaringan dewasa mirip jaringan asal, jadi terdapat differensiasi sel
•Aktifitas mitosis tidak ada/sedikit
•Tumbuhnya expensive/mendesak
•Umumnya bersimpai jelas
•Tumbuhnya lambat
•Tidak mengadkan metastase
•Kalau di angkat dengan oprasi umumnya sembuh
•Jarang mengalami radang sekunder
•jarang mengakibatkan kematian

2. Fibroadenema, Tumor filoides, papiloma intraduktus, adenosis sklerosis, mastitis sel plasma, nekrosis lemak.

3. Fibroadenema berasal dari neoplasma jinak yang tersusun dari jaringan stroma maupun kelenjar.

4. Gambaran klinis dari fibroadenema yaitu :
• Tumbuh lambat, tidak nyeri
• Single, multiple, unilateral, bilateral
• Akhir menstruasi/hsmil (membesar)
• Postmenopause ? regresi/hialinisasi/klasifikasi

5. Pemeriksaan dengan FNAB didukung dengan cara USG

6. Gambaran makros dari fibroadenema yaitu :
• 1cm-10 cm
• 10 cm – 15 cm : Giant fibroadenoma, Benign cystosarcoma-phylloides

7. Terapi yang dapat dilakukan adalah Oprasi (ekseisi)

8. Gambaran micros dari fibrodenema :
• Jaringan stroma tertekan ? “kapsul”
• Stroma fibroblastic
• Duktus tertekan ? menyempit

9. Tumor filoides berasal dari stroma dan epitel payudara

10. Gambaran macros dari tumor filoides adalah : garlobus dan sangat lici.

11. Gambaran klinis dari tumor filoides yaitu :
• Tumor tampak besar dan berat
• Pada kulit tampak gambaran vena ekstasi, kulit mengkilat
• Tidak ada infiltrasi kekulit atau dinding dada kecuali bila ganas
• Konsistensi ada yang padat,kistik dan lunak

12. Terapi yang diberikan adalah
• Simple mastectomy
• Subcutaneous mastectomy.

13. Gambaran micros dari tumor filodes yaitu jaringan fibro nya sangat mensomatik

14. Dilakukan dengan pemeriksaan FNAB dan didukung dengan USG

15. Gambaran klinis dari tumor papiloma duktus :
• Muncul sebagai secret darah dari putting
• Berukuran kecil dengan diameter sekitar 1 cm
• Tumor besar dapat teraba sebagai massa subareolar.

16. Tumor papiloma duktus berasal dari duktus laktiferus mayor didekat putting.

17. Gambaran klinis dari adenosis sklerosis yaitu adenosis sklerosis terba seperti kelainan fibrokistik.

18. Mastitis sel plasma di sebut juga sebagai mastitis komedo ( makan; saluran yang mengandung secret kental )

19. Nekrosis lemak disebapkan oleh cedera berupa massa keras yang sering agak nyeri, tetapi tidak membesar.

20. Gambaran klinis nya adalah terdapat nekrosis jaringan lemak yang kemudian jadi fibrosa.

Page 3 of 8«12345»...Last »

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin