gambar kuman

Sepsis adalah suatu keadaan masuknya kuman ke dalam aliran darah sistemik.

Asepsis ada 2 macam:

Asepsis medis ad suatu cara untuk membatasi jumlah pertumbuhan dan penyebaran mikroorganisme (sikap & perilaku).

Asepsis bedah ad suatu cara untuk menghilangkan mikroorganisme dengan cara mekanis (tindakan bedah).

Antisepsis adalah segala usaha untuk membunuh semua organisme dengan bahan-bahan kimia. Sedangkan bahan kimia yang dipakai untuk membunuh kuman disebut antiseptik, antiseptik ditujukan untuk jaringan hidup (kulit, mukosa).

Desinfektan digunakan untuk benda mati (lantai, alat2 bedah)

MACAM-MACAM ANTISEPTIK

Alkohol

Etanol 70%baktersisid kuat dan cepat (efektif dalam 2 mnt)

gram +, gram -, nonsporrosidal sbg antiseptik kulit sblm injeksi dan mencuci yodium pd kulit

Halogen &senyawanya

Yodium 2% antiseptik sangat kuat,spektrum luas, ker-ja sangat cepat, membunuh spora dlm 2-3 jam kerugian: iritatif,reaksi dermatitis,warna coklatjodium tinctur: camp yodium dg Na yodida dan alcohol sbg antiseptik kulit op, kecuali wajah dan genetalia

(more…)

Cedera kepala

Cedera kepala – Presentation Transcript

  1. Dr Yuda Handaya SpB,FInaCS,FMAS General and Laparoscopic Surgeon CEDERA KEPALA
  2. CEDERA KEPALA TERJADI TIAP 15 DETIK MATI TIAP 12 MENIT 50 % KEMATIAN PADA TRAUMA 60 % KEMATIAN AKIBAT KLL
  3. T ATALAKSAN A A AIRWAY & C-SPINE CONTROL B BREATHING C CIRCULATION PRIMARY SURVEY
  4. KONSEPNYA R ESPONSIBILITAS TERPENTIN G MANAJEMEN ABC : CEGAH HIPOVENTILASI DAN HIPOVOLEMIA POTENSIAL TERJADINYA SECONDARY BRAIN DAMAGE
  5. SCALP S KIN C ONNECTIVE TISSUE A PONEUROSIS/GALEA L OOSE AREOLAR TISSUE P ERICRANIUM vaskularisasi sangat baik, perdarahan hebat potensial menimbulkan syok ANATOMI FISIOLOGI CEDERA KEPALA
  6. SCALP SKULL MENINGES BRAIN LCS TENTORIUM GCS ICP
  7. MENINGES Tiga lapis : duramater, arachnoid, piamater Arteri Meningea Media, potensial terlibat pada kasus EDH
  8. CAIRAN SEREBROSPINAL Diproduksi oleh pleksus koroideus Rata-rata 30 ml per jam Bersirkulasi
  9. TENTORIUM Membagi 2 ruangan intrakranial Supratentorial dan Infratentorial
  10. CEREBRAL PERFUSION PRESSURE ( CPP ) Merupakan PRIORITAS UTAMA Rumus : CPP = Mean Arterial Pressure – ICP CEREBRAL BLOOD FLOW ( CBF ) Normal : 50 ml/100 gram otak/ menit Bila mencapai 5 ml/ menit : cell death & irreversible damage
  11. TEKANAN INTRAKRANIAL Normal : 10 mmHg ( 136 mm air ) Makin tinggi TIK makin jelek prognosis HUKUM MONRO-KELLIE Prinsip : total volume intrakranial bersifat TETAP , Oleh karena kranium merupakan NON EXPANSILE BOX
  12. Vk = V darah + V likwor + V parenkim Monro Kellie 60 50 40 30 20 10 0 Fatal Disfungsi Otak Obati Normal mmHg Volume Intrakranial 100 50 Tekanan Intrakranial
  13. SECONDARY SURVEY Whole Examination ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK PENUNJANG
  14. I NFORMASI PENTIN G USIA DAN MEKANISME TRAUMA STATUS RESPIRASI & KARDIOVASKULER KESADARAN, REAKSI PUPIL, LATERALISASI ADANYA TRAUMA NON SEREBRAL HASIL PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
  15. T ANDA – TANDA PENTIN G PUPIL ANISOKOR LATERALISASI MOTORIK LUKA TERBUKA DGN KEBOCORAN LCS PERBURUKAN NEUROLOGIS FRAKTUR DEPRESI TULANG TENGKORAK SAKIT KEPALA HEBAT
  16. K OMPONEN GLASGOW COMA SCAL E E : BUKA MATA: 1 – 4 V : SUARA : 1 – 5 M : GERAKAN : 1 – 6
  17. KOMPONEN MATA
  18. KOMPONEN MOTORIK
  19. KOMPONEN VERBAL
  20. K LASIFIKASI CEDERA KEPAL A RINGAN : GCS 14 – 15 SEDANG : GCS 9 – 13 BERAT : GCS 3 – 8
  21. KLASIFIKASI MEKANISME TUMPUL TAJAM (PENETRATING) KLL TRAUMA TEMBAK TRAUMA TUSUK
  22. SEVERITY RINGAN :GCS 14 – 15 SEDANG :GCS 9 – 13 BERAT :GCS 3 – 8 MORFOLOGI FRAKTUR KRANIUM linear terbuka/tertutup depresi basis cranii LESI INTRAKRANIAL Fokal : EDH,SDH,ICH,IVH Difus : kontusio
  23. MEMELIHARA KEBUTUHAN METABOLIK OTAK CEGAH/OBATI HIPERTENSI INTRAKRANIAL HIPOKAPNEA KONTROL CAIRAN DIURETIK ( MANNITOL ) P RINSI P
  24. R INGKASA N
    • JAGA PATENSI JALAN NAFAS
    • JAGA VENTILASI
    • ATASI SYOK
    • PERIKSA NEUROLOGIS
    • CEGAH CEDERA OTAK SEKUNDER
    • CARI CEDERA YANG TERKAIT
    • BILA STABIL, PERIKSA PENUNJANG
    • BILA PERLU KONSUL BEDAH SARAF
    • TERUSKAN ASESMENT
  25. ILUSTRASI KASUS CEDERA KEPALA
  26. Fraktur Impresi
  27. CT scan Impresi Fraktur
  28. TINDAKAN OPERATIF FRAKTUR DEPPRESI
  29. BASILAR SKULL FRACTURES
  30. Epidural EPIDURAL HEMATOM
    • Terkumpulnya darah/bekuan darah dalam ruang antara tulang kepala dan duramater
    • Kausa : trauma
    • Klinis :
        • Lusid interval
        • Lateralisasi
    • Rontgen :
        • Fraktur linear
        • Gambaran hematom (+)

    Epidural Hematom (EDH)

  31. PERJALANAN KLINIK EDH
  32. ACUTE EPIDURAL HEMATOMA
  33. Subdural hematom
  34. Subdural Hematom (SDH)
    • Terkumpulnya darah / bekuan darah dalam ruang antara duramater dan arakhnoid
    • Terbagi dalam : akut dan kronis
    • Kausa : trauma (akut lebih >> kronis)
    • Klinis :
        • Penurunan kesadaran
        • Lateralisasi
    • Rontgen :
        • Gambaran hematom (+)
  35. Intraserebral hematom Pre operasi Pasca Operasi
  36. Korpus Alienum
  37. FUNGSI OTAK
    • Sisi dominan untuk yang tidak kidal adl yg
    • sebelah kiri
    • Orang kidal, 75 % sisi dominan adalah kiri
    • Fungsi sisi dominan adalah untuk bahasa
    • dan memori yang berdasarkan bahasa
    • Sisi kanan untuk memori visual
  38. LOBUS FRONTALIS 1. PRE-SENTRAL GIRUS Pusat motorik untuk muka, tangan, kaki, badan, dsb. 2. AREA BROCA Pada sisi dominan adalah pusat bicara ekspresif motorik 3. AREA MOTOR TAMBAHAN Untuk gerakan mata dan kepala sisi yang berlawanan 4. AREA PRE-FRONTAL Untuk inisiatif dan personalitas 5. PARASENTRAL LOBUS Pusat penahan BAK dan BAB
  39. TERIMAKASIH

LAPAROSCOPY

Laparascopy

1. Apa yang dimaksud dengan laparoskopi?

Jawab : laparoskopi adalah teknik bedah invasive minimal menggunakan gas untuk insulfasi melalui peritoneum dan alat-alat lain melalui insisi minimal dengan acuan kamera video

2. Gas apa yang dipakai pada laparoskopi dan mengapa?

Jawab : CO2, karena lebih mudah diikat oleh darah dan mengurangi resiko embolasi gas.

3. sebutkan kekurangan gas CO2 dalam laparoskopi!

Jawab : menurunkan Ph dan meningkatkan PCO2

4. apa keuntungan dari laparoskopi ?

jawab : hospitalisasi yang singkat, nyeri minimal, biaya murah dan mengurangi ileus

5. perlengketan organ-organ yang menempel harus dipisahkan bisa mengakibatkan perdarahan, sebutkan factor-faktor tersebut!

jawab :

· Pertama pihak pasien yaitu adanya penyakit atau infeksi yang tidak ditangani secepatnya.

· Kedua dari pihak dokter yaitu kemampuannya menguasai teknik laparoskopi.

· Ketiga, faktor alat-alat, termasuk rumah sakit, apakah alat-alat itu sudah rusak atau lama

(more…)

Hipospadia

April 23, 2010

Hypospadias classification according to meatal location after release of chordee

Anterior (60-70%): – glanular

- coronal

- distal penile shaft

Middle (10-15%): * middle penile shaft

Posterior (20%) :

# proximal penile shaft

# penoscrotal

# scrotal

# perineal

Hipospadia

Hipospadia (more…)

Tetanus

April 14, 2010

Tetanus adalah infeksi akut dengan gejala klinis gangguan neuromuskular akut, berupakekakuan dan kejang otot ok eksotoksin Clostridium tetani

Etiologi: Clostridim tetani

sifat anaerob

berspora

spora tdp pada tanah dan debu, dpt btahan

bertahun2, tahan thd antiseptik dan suhu 100 Celcius

bentuk khas spt raket squash

PATOGENESA

Clostridium masuk mll luka (laserasi, luka tembak, luka tusuk, luka bakar, gigitan, binatang, dsb)

Porte d`entrée 60% luka tusuk pada kaki.

Dapat mll uterus pd abortus provokatus

Dapa mll umbilicus pd bayi yg ditolong dg mengabaikan kaidah asepsis.

Dapat dr OMPA

Patogenesa

Pada lingkungan anaerob, spora vegetatif

vegetatif mengeluarkan eksotoksin, smntr kuman tetap pd luka.

Toksin:

1. Tetanolisin menghancurkan eritrosit

2. Tetanospasmin (protein yang bersifat toksik thd sel saraf) diabsorbsi ujung saraf motorik serabut saraf ganglion SSP.

Manifestasi Klinis

Masa inkubasi: 3 hari-4 mgg (rata2 8 hari)

makin pendek masa inkubasi, mortalitas smkn tinggi.

Gejala:

1. Tetanus lokal kaku pd otot2 daerah luka

2. Tetanus umum

a. Trismus (kaku otot maseter sulit

buka mulut)

b. Opistotonus (kaku kuduk, leher dan

punggung)

c. Ddg perut spt papan

d. Risus sardonikus (kaku otot2 wajah)

e. Sulit menelan

f. Kekakuan otot2 pnapasan

DIAGNOSIS

Dari gejala klinis, karena pemeriksaan kuman Clostridium sering tdk dpt ditemukan, cukup untuk mDx tetanus.

DIAGNOSIS BANDING

Trismus krn ggn lokal di mulut

Meningitis ensefalitis (more…)

Definisi

Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.
Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih).
Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

clip_image001

Penyebab

Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal.
Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium, sisanya mengandung berbagai bahan, termasuk asam urat, sistin dan mineral struvit.
Batu struvit (campuran dari magnesium, amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi.
Ukuran batu bervariasi, mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2,5 sentimeter atau lebih.
Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis.

(more…)

Luka Wound

March 12, 2010
Luka Wound Healing Dr Yuda Umm

Luka Wound Healing Dr Yuda Umm – Presentation Transcript

  1. LUKA (Wound) A. Yuda handaya, SpB,FInaCS,FMAS General and Laparoscopic Surgeon
  2. Skin Anatomy Block 8 – 2003 school of medicine – gadjah mada 2 university
  3. LUKA • APAKAH LUKA ITU ? • JENIS-JENIS LUKA.
  4. LUKA • TERPUTUSNYA HUBUNGAN ATAU KONTINUITAS JARINGAN TUBUH. • JARINGAN TUBUH: – KULIT – OTOT – TULANG – ORGAN-ORGAN VISCERAL – PEMBULUH DARAH – DLL • SIFAT/ KARAKTERISTIK LUKA.
  5. Mekanisme Perlukaan
  6. Mekanisme Perlukaan
  7. JENIS JENIS LUKA • Luka Abrasi/ Babras/Lecet • Luka Robek / Lacerasi • Luka Tusuk • Luka Tembak • Luka Gigitan • Luka Avulsi • Luka Hancur
  8. LUKA ABRASI / BABRAS / LECET. • TAK DALAM (SUPERFISIAL). • MENGENAI SEBAGIAN/ SELURUH KULIT. • TAK SAMPAI JARINGAN SUBCUTIS. • SANGAT NYERI KARENA BANYAK UJUNG-UJUNG SYARAF YANG TERLUKA.
  9. LUKA ROBEK( LACERASI) • BANYAK TERJADI KARENA BENDA TAJAM ATAU TUMPUL. • BENDA TAJAM: – TEPI LUKA RATA, TERATUR. • BENDA TUMPUL: – TEPI LUKA TAK RATA DAN TAK TERATUR. • BENTUK LUKA ROBEK : – LURUS, LENGKUNG,PATAH ATAU BERBENTUK BINTANG(STELAT)
  10. BENDA TAJAM BENTUK LUKA ROBEK
  11. (more…)
: Umum

TUMOR GANAS KULIT

February 22, 2010

1. Melanoma

DEFINISI
Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit).

PENYEBAB
Faktor resiko terjadinya melanoma adalah:

1. Riwayat keluarga yang menderita melanoma

2. Rambut merah atau pirang

3. Adanya tahi lalat atipik multipel (tanda lahir)

4. Terdapat keratosis aktinik pre-kanker

5. Frekels (bintik-bintik coklat) di punggung bagian atas

6. Mengalami serangan lepuhan akibat luka bakar sinar matahari sebanyak 3 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun.

clip_image003

(more…)

clip_image002Smartklamp adalah salah satu inovasi terbaru dunia kedokteran khususnya di bidang sirkumsisi (khitanan) dan saat ini sangat banyak di pakai di dunia Internasional. Sejak diluncurkan pertama kali di pameran alat kesehatan dunia di Dusseldorf, German, tahun 2001, alat ini langsung melejit memasuki pusat-pusat pelayanan kesehatan di Eropa, Amerika dan Asia Tenggara. Alat ini sangat diminati oleh para dokter disebabkan alat ini sangat praktis dan aman dibandingkan alat lain yang saat ini ada.

Smartklamp memang dirancang untuk menghasilkan cara yang aman, cepat, dan canggih. Alat ini diciptakan dengan menggunakan teknologi plastik terkini dan diproduksi dengan standard mutu berkualitas tinggi. Prosedur sirkumsisi yang hampir tanpa perdarahan dan alat yang sekali pakai (disposable) juga membantu mengurangi resiko penyebaran infeksi. Alat ini bekerja dengan cara kerja yang menyamai klem tali pusar bayi, sehingga tanpa memerlukan jahitan dan perban.

Alat ini terdiri dari berbagai ukuran, karena itu sangat cocok dilakukan pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode ini juga sangat aman bagi penderita Diabetes, Hemofilia, anak-anak Autis atau anak-anak Hiperaktif. Beberapa kelebihan alat ini adalah dari sisi praktisnya alat ini sangat mudah digunakan bagi para dokter, tanpa jahitan dan tanpa perdarahan sehingga waktu yang diperlukan untuk melakukan proses khitanan menjadi lebih singkat (hanya sekitar 7 menit).

Dari sisi keamanan alat ini mampu mencegah terjadinya cedera pada saat proses sunatan, menghindari terjadinya infeksi seperti HIV/AIDS dan hepatitis. Bentuknya yang ergonomis dan ringan membuat alat ini sama sekali tidak mengganggu aktifitas anak. Metode kerjanya dengan sistem klem memberikan perlindungan dan keamanan sesudah khitanan sehingga anak dapat beraktifitas bebas seperti biasa dan bisa langsung sekolah keesokan harinya bahkan bisa langsung dipakai untuk berenang.

Bagi anak yang hiperaktif, alat ini adalah pilihan yang paling tepat karena tingkat keamanannya yang sangat tinggi. Demikian juga untuk anak atau bayi yang masih mengompol alat ini sangat cocok karena tahan terhadap basah.

(more…)

Pembesaran Prostat Jinak

February 9, 2010

(BPH, Benign Prostatic Hyperplasia)

DEFINISI
Pembesaran Prostat Jinak (BPH, Benign Prostatic Hyperplasia) adalah pertumbuhan jinak pada kelenjar prostat, yang menyebabkan prostat membesar. Pembesaran prostat sering terjadi pada pria di atas 50 tahun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin akibat adanya perubahan kadar hormon yang terjadi karena proses penuaan.
Kelenjar prostat mengeliling uretra (saluran yang membawa air kemih keluar dari tubuh), sehingga pertumbuhan pada kelenjar secara bertahap akan mempersempit uretra. Pada akhirnya aliran air kemih mengalami penyumbatan.
Akibatnya, otot-otot pada kandung kemih tumbuh menjadi lebih besar dan lebih kuat untuk mendorong air kemih keluar.
Jika seorang penderita BPH berkemih, kandung kemihnya tidak sepenuhnya kosong.
Air kemih tertahan di dalam kandung kemih, sehingga penderita mudah mengalami infeksi dan membentuk batu. Penyumbatan jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal.
Pada penderita BPH, pemakaian obat yang mengganggu aliran air kemih (misalnya antihistamin yang dijual bebas) bisa menyebabkan penyumbatan.

GEJALA
Gejala awal timbul jika prostat yang membesar mulai menyumbat aliran air kemih.
Pada mulanya, penderita memiliki kesulitan untuk memulai berkemih. Penderita juga merasakan bahwa proses berkemihnya belum tuntas.
Penderita menjadi lebih sering berkemih pada malam hari (nokturia) dan jika berkemih harus mengedan lebih kuat.
Volume dan kekuatan pancaran berkemih juga menjadi berkurang dan pada akhir berkemih air kemih masih menetes. Akibatnya kandung kemih terisi penuh sehingga terjadi inkontinensia uri (beser).
Pada saat penderita mengedan untuk berkemih, vena-vena kecil pada uretra dan kandung kemih bisa pecah sehingga pada air kemih terdapat darah.
Penyumbatan total menyebabkan penderita tidak dapat berkemih sehingga penderita merasakan kandung kemihnya penuh dan timbul nyeri hebat di perut bagian bawah.
Jika terjadi infeksi kandung kemih, akan timbul rasa terbakar selama berkemih, juga demam.
Air kemih yang tertahan di kandung kemih juga menyebabkan bertambahnya tekanan pada ginjal, tetapi jarang menyebabkan kerusakan ginjal yang menetap

(more…)

Page 4 of 8« First...«23456»...Last »

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin