Traksi Orthopaedhi

December 20, 2009

 

Traksi Dalam Orthopaedi Dr Yuda Umm – Presentation Transcript

  1. TRAKSI DALAM ORTHOPAEDI
    Dr Yuda Handaya SpB,FInaCS,FMAS
  2. URUT-URUTAN PENANGGULANGAN TRAUMA
    Persiapan awal
    Fase sebelum masuk rumah sakit
    Fase rumah sakit
    Triase
    Survei awal
    A: Airway (Saluran napas)
    B: Breathing (Pernapasan)
    C: Circulation (Sirkulasi)
    D: Disability (Evaluasi neurologis)
    E: Exposure (Kontrol lingkungan)
  3. PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN FRAKTUR
    Pertolongan pertama
    jalan napas, menutup luka dan imobilisasi fraktur sebelum diangkut dengan ambulans.
    Penilaian klinis
    Adakah luka tembus tulang, trauma pembuluh darah/saraf ataukah ada trauma alat-alat dalam yang lain.
    Resusitasi
    Kebanyakan penderita dengan fraktur multipel tiba di rumah sakit dengan syok, sehingga diperlukan resusitasi
  4. Pemasangan bidai kayu untuk imobilisasi fraktur di tempat kejadian
  5. Traksi Sederhana untuk Pertolongan Pra-Rumah Sakit
  6. PRINSIP UMUM PENGOBATAN FRAKTUR
    • Jangan membuat keadaan lebih jelek
    • Pengobatan berdasarkan atas diagnosis dan prognosis yang akurat
    • Seleksi pengobatan dengan tujuan khususMenghilangkan nyeri
    • Memperoleh posisi yang baik dari fragmen Mengusahakan terjadinya penyambungan tulang
    • Mengembalikan fungsi secara optimal
    • Seleksi pengobatan sesuai dengan penderita secara individual

    Perlu penilaian faktor umur, jenis fraktur, komplikasi yang terjadi dan perlu pula dipertimbangkan keadaan sosial ekonomi penderita secara individual.

  7. PRINSIP PENGOBATAN FRAKTUR
    Recognition
    diagnosis dan penilaian, lokalisasi fraktur, bentuk fraktur, menentukan teknik yang sesuai untuk pengobatan, komplikasi yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengobatan
    Reduction
    alignment yang sempurna
    aposisi yang sempurna
    Retention
    imobilisasi fraktur
    Rehabilitation
    mengembalikan aktifitas fungsional semaksimal mungkin.
  8. METODE PENGOBATAN FRAKTUR TERTUTUP
    Konservatif
    Proteksi semata-mata untuk mencegah trauma lebih lanjut dengan cara memberikan sling (mitela)
    Reduksi tertutup dengan fiksasi eksterna atau fiksasi perkutaneus dengan K-wire
    Reduksi terbuka dan fiksasi interna atau fiksasi eksterna tulang
    Eksisi fragmen tulang dan penggantian dengan protesis.
  9. REDUKSI TERTUTUP DENGAN TRAKSI
    Traksi Kulit dan Traksi Tulang
    Traksi Pergelangan Kaki
  10. Traksi Kulit
  11. Traksi Skeletal
  12. Metode traksi yang digunakan:
    Traksi kulit
    Traksi menurut Bryant (Gallow) pada anak-anak di bawah 2 tahun dengan berat badan kurang 10 kg
    Traksi tulang dengan kawat Kirschner (K-wire) dan pin Steinmann yang dimasukkan ke dalam tulang
    Traksi berimbang dan traksi slidingbiasanya dipergunakan bidai Thomas dan Pearson attachment
  13. Thomas Splint dengan Pearson Attachment
  14. Traksi 90 – 90
  15. Traksi Leher
  16. Profile
    Dr Yuda Handaya SpB FInaCS,FMAS
    http://dokteryudabedah.comContact Person 
    Jl.  Bromo 98-100 Kepanjen,Kabupaten
    Malang,JawaTimur,Indonesia
    Phn/sms/mms 0341-7304141; 08175404141 ; 08122966805 Fax 0341-394979
    email : yudahandaya@yahoo.com
    RSUD. KEPANJEN
    PoliUMUM :
    Rabu (08.00-Selesai)
    RS Hasta HUSADA
    SetiapHari : Pagi (07.00-08.00)
    Sore (19.00-20.00)
    RS BOKOR TUREN
    Rabu : 12.00-14.00
    RS WAVA HUSADA
    Senin – Sabtu :07.00-08.00

Gastroscisis

December 19, 2009

gastroschisis 

  1. Gastroscisis cenderung timul pada bayi dari ibu

Jawaban : ibu primigravid muda dan dengan insiden prematuritis yang tinggi (60%)

  1. Ciri khas cacat gastrocisis adalah

Jawaban : dinding abdomen yang terletak tepat di sebelah kanan lumbalikus, dan melalui usus yang tebal, hitam, kusut, dan mememdek, usus menonjol secara bebas.

  1. Berapa frekuensi dari gastrocisis

Jawaban: 1: 150.000

  1. Apa yang menyebabkan gastrocisis

Jawaban: pecahnya selaput ketuban dalam uterus pada basis tali pusat

  1. Tahapan-tahapan untuk menutup dari gastrocisis pada dinding abdomen menggunakan

Jawaban: SILO ( silastik Dakron )

  1. Berapa lama visera yang keluar di masukan kedalam vacum abdomen

Jawaban: 7 sampai 10 hari, sampai dapat dicapai penutup luka yang secara lengkap

  1. Silo (silastik dakron) yang menonjol progresif menendek dalam waktu

Jawaban : 7 sampai 10 hari

(more…)

1. Apa yang dimakhsud dengan “Varises Tungkai”?

Varises adalah vena normal yang mengalami dilatasi akibat pengaruh peningkatan tekanan vena. Varises ini merupakan suatu manisfetasi yang dari sindrom insufiensi vena dimana pada sindrom ini aliran darah dalam vena mengalami arah aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti.

2. Bagaimana patofisiologi dari varises Tungkai?

clip_image002

Keterangan: Biasanya kerusakan diakibatkan kerena adanya suatu hambatan aliran darah dan tekanan hidrostatik yang terlau besar.

3. Jelaskan tanda-tanda awal munculnya varises tungkai?

Penderita biasanya merasakan nyeri, kemerahan, rasa panas/terbakar pada tungkai, gatal, kram, kelemahan otot dan “tungkai lemas”, biasanya pada sekian waktu akan terlihat dilatasi vena sehingga vena akan membesar dan berkelok-kelok dibawah kulit.

4. Secara umum varises tungkai terjadi dikarenakan?

Adanya dilatasi vena dikarenakan terhambatnya aliran darah yang akan kembali menuju arah proksimal.

5. Jelaskan etiologi yang menyebabkan timbulnya varises tungkai?

§ Peningkatan tekanan vena superfisialis.

§ Obesitas

§ Pekerjaan dengan berdiri lama

§ Hormonal, pada wanita terjadi disaat manopouse

§ Kehamilan

§ Obat-obatan kontrasepsi

§ Keturunan/ genetik.

6. Jelaskan gejala klinis dari varises tungkai?

Pasien dengan varises pada tungkai mungkin menunjukkan komplikasi varises akut berupa pendarahan varises, dermatitis, tromboplebitis, selulitis, dan ulkus. Biasanya juga terjadi perburukan dari gejala kronis. Gejala yang muncul umumnya berupa kaki terasa berat, nyeri, atau kedengan sepanjang vena, gatal, rasa terbakar, keram pada malam hari, edema, perubahan kulit dan kesemutan. Biasanya nyeri yang terasa membaik bila beraktifitas seperti berjalan atau dengan mengankatan tungkai.

(more…)

ULKUS KAKI DIABETES

December 3, 2009

 

  kaki-diabetes-400px

  1. Apa definisi ulkus ?

ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir dan Ulkus adalah ke-matian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit. Adanya kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetikum juga merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan penyakit DM dengan neuropati perifer.

  1. Apa definisi ulkus kaki diabetik ?

Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan komplikasi yang berkaitan dengan morbiditas akibat diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi serius akibat diabetes.

  1. Bagaimana fisiologis terjadinya ulkus kaki diabetik ?

Ulkus terjadi karena arteri menyempit dan selain itu juga terdapat gula berlebih pada jaringan yang merupakan medium yang baik sekali bagi kuman, ulkus timbul pada daerah yang sering mendapat tekan-an ataupun trauma pada daerah telapak kaki ulkus berbentuk bulat biasa berdiameter lebih dari 1 cm berisi massa jaringan tanduk lemak, pus, serta krusta di atas.

(more…)

1. Apa yang dinamakan invaginasi atau intususepsi itu?

Invaginasi atau intususepsi adalah Bagian usus masuk kedalam usus dibagian belakangnya, terjadi jepitan usus, sehingga menyebabkan hambatan aliran usus dan mengganggu aliran darah yang melalui bagian usus yang mengalami intususepsi. Atau bagian proksimal masuk kebagian distal. Dimana intususepsi ini sering ditemukan pada anak-anak atau pada bayi, yang umumnya sering terjadi pada bayi laki-laki.

2. Intususepsi sering ditemukan pada anak usia barapa?

Usia terbanyak yang terkena intususepsi atau invaginasi adalah anak berumur antara 4 sampai 14 bulan atau 2 tahun.

3. Apakah hanya anak-anak yang dapat diserang?

Tidak, walaupun jarang, orang dewasa juga dapat mengalami intususepsi atau invaginasi. Pada orang tua biasanya ada kelainan yang menjadi penyebabnya misalnya tumor ganas atau polip. Pasien biasanya merasa seperti keram perut dan buang air besar berdarah.

4. Apa penyebab intususepsi atau invaginasi tersebut?

Kebanyakan intususepsi tidak diketahui penyebabnya (idiopatik), walaupun pembesaran jaringan limfoid usus (peyer patches) akibat peningkatan paparan terhadap antigen baru mungkin berperan sebagai tempat awal terjadinya intususepsi. Pada anak yang lebih besar, tempat awal mungkin divertikulum Meckel atau limfoma usus halus. Atau hal ini belum diketahui pasti penyebabnya, maka dugaan sementara dari hasil diagnose para dokter yaitu karena adanya infeksi virus yang mengakibatkan pembesaran getah bening. Infeksi virus pada anak-anak menyebebkan pembesaran kelenjar cerna, yang pada akhirnya menyebabkan intususepsi. Inveksi virus bisa menimbulkan perlawanan jaringan limphe terhadap infeksi sehingga mukosa usus tidak rata. Ini membuka peluang usus untuk memasuki bagian usus itu sendiri selama proses mencerna. Dan juga Pemberian makanan selain susu ketika umur kurang dari 4 bulan akan berakibat buruk terhadap bayi, karena sistem pencernaan bayi pada usia ini belum tumbuh kembang sempurna. Pemberian makanan pada usia itu berpeluang terjadinya invaginasi usus halus.

(more…)

 

hidrosefalus

1. Hidrosephalus dapat terjadi akibat ?

Ø Produksi cairan sereprospinal secara berlebihan atau obstroksi aliran cairan serebrospinal.

2. Apa yang menyebabkan berkembangnya hidrosephalus ?

Ø (Terutama akibat peningkatan produksi cairan serebrospinal) akan tetapi hidrosephalus dapat juga di sebabkan oleh obstruksi langsung aliran cairan serebrospinal itu sendiri.

3. Tumor yang paling sering di jumpai pada bayi kurang dari 2thn adalah ?

Ø Papiloma pleksus koroideus,ependimoma dan meduloplastoma.

4. Faktor yang memicu pendarahan intraventrikular adalah ?

Ø Stres perinatal dan neonatal (misal, sindrom gawat pernafasan,hipoksemia dan sok)

5. Aqueduktus serebrum adalah ?

Ø Suatu saluran melengkung dan sempit yang berjalan dari bagian posterior ventrikelke tiga ke dalam ventrikel ke empat.

(more…)

Torsio Testis

November 25, 2009

torsio

1. Apa yang dimaksud dengan torsio testis?

v Penyakit pria pubertas dan prapubertas, yaitu terjadinya deformitas pada testis berotasi didalam tunika vaginalis dan menyebabkan strangulasi suplai darah.

2. Bagaimana patofisiologi testis?

v Ketika testis mengalami deformitas sehingga memungkinkan testis berotasi didlam tunika vaginal dan menyebabkan strangulasi suplai darah. Torsio testis ini ditandai dengan lipatan tak lengkap tunika vaginalis pada testis dan epidedemis.

3. Bagaimana gejala klinis pada torsio testis?

v Pria muda dengan torsio testis khas dibangaunkan dari tidur dengan nyeri skrotum dan bisa tampil dengan mual, muntah, dan edema skrotum.

4. Ketika dilakukan pemeriksaan fisik apa tanda yang muncuk pada torsio testis ini?

v Testis pada sisi yang terkena sering lebih tinggi dibandingkan lainnya dan bisa mempunyai posisi transfersal. Testis umumnya sangat nyeri tekan dan elevasi tidak menghilangkan nyeri seperti yang sering terjadi dengan epidedenitis.

(more…)

SNAKE BITE (GIGITAN ULAR)

November 21, 2009

 

gopher-snake-head Bisa ular (polipeptida)

Fosfolipase A, hialuronidase, ATPase, 5-nukleotidase, kolinesterase, protease, fosfomonoesterase, RNAase, DNAase

Destruksi jaringan lokal dan hemolitik

Neurotoksik

Pelepasan histamin anafilaktik

Gejala dan Tanda

Sitotoksik&hemolitik

nyeri, edema, eritema, petekia,

ekimosis, bula, dan tanda nekrosis jar,

perdarahan peritoneum, edema paru,

perdarahan jantung ,syok.

Neurotoksik

kesemutan. Mual, lemas, salivasi,

muntah,ptosis, lumpuh otot, lumpuh

pernapasan

Anafilaktik

- reaksi alergi syok

JENIS ULAR BERBISA

ular tanah,

ular bandotan puspa

ular hijau,

ular laut,

ular kobra,

ular welang

ULAR BERBISA >< ULAR TIDAK BERBISA

Tidak Berbisa atau Berbisa

 

Tidak Berbisa

Berbisa

Bentuk Kepala

Bulat

Elips

Gigi Taring

Gigi kecil

2 Gigi Taring Besar

Bekas Gigitan

Lengkung Seperti U

Terdiri dari 2 Titik

Warna

Warna-Warni

Gelap

Penatalaksanaan

PRINSIP:

Imobilisasi

Gigitan 90% pd ekstremitas, bila digerakkan akan mempercepat penyebaran toksin 30%.

Pasang spalk sp ke tempat penanganan/RS

2. Menghambat absorbsi toksin

diistirahatkan

turniket setiap 30 menit

dibuka.

hanya dipakai sp ke pusat

penaganan setelah dinfus,pemberian SABU

sekarang jarang dipakai

3 Membuang bisa sebanyak mungkin dg cara menoreh lubang bekas gigitan sedalam ½ cm dan mengeluarkan darahnya

- 3 mnt : 90% bisa dpt dicegah infiltrasi

- 15-30 mnt : 50% bisa dibuang

- 1 jam : 10% bisa dibuang

Menetralisir toksin dg

memberikan SABU (serum anti

bisa ular) yang merupakan

Polyvalent Crotalidae sp yang

diekstraksi dario serum kuda.

5. TERAPI SUPORTIF

Infus cairan elektrolit, transfusi plasma, darah

Intubasi ventilator

Antibiotika

Antitetanus

Kortikosteroid

Nekrotomi

Analgetik

Penting mengetahui jenis ular untuk mengantisipasi dan memprediksi akibat bisa ular

Bila tidak jelas jenis ularnya dan belum didapatkan tanda2 toksik, maka penderita di MRS kan dan diobservasi selama 2×24 jam

BATU SALURAN KEMIH

November 18, 2009

 

clip_image002

 

Kriteria diagnosis :

Batu saluran atas :

keluhan kolik menjalar ke perut,inguinal sampai genitalia eksterna,nyeri pinggang (+)

Batu saluran bawah :

Iritasi saluran kencing, disuria, penis ditarik-tarik(anak kecil),Nyeri ketok pada pinggang atau adanya massa pada pinggang

Diagnosis banding : Infeksi saluran kemih, tumor traktus urogenitalis

Pemeriksaan penunjang : Laboratorium

Foto polos abdomen

IVP

Terapi :

a. Non bedah : Endourologi

Medikamentosa untuk batu diameter kurang dari ½ cm

b. Bedah : Operasi terbuka

Slide Kuliah Bedah Abdomen

November 12, 2009

Bedah Abdomen – Presentation Transcript

1. BEDAH ABDOMEN(GAWAT DARURAT ABDOMEN)
dr . A. Yuda Handaya SpB,FInaCS,FMAS
General and Laparoscpic Surgeon
2. AKUT ABDOMEN
Suatukelainanmendadaknontraumatikdenganmanifestasiutamadidaerah abdomen yang memerlukantindakanbedahakut / urgen
Memerlukanpenatalaksanaantertentusertaharustuntas.
3. PENYEBAB AKUT ABDOMEN
Hepar, Lien, Pankreas
dan saluran limfe
Kolelitiasis Akuta
Kolangitis Akuta
Abses Hepar
Ruptura Tumor Hepar
Ruptura Lien Spontan
Infark Lien
Kolik Bilier
Hepatitis Akuta
Pankreatitis Akuta
Gastrointestinal
Appendisitis
Hernia Inkarserata
Obstruksi usus
Perforasi usus
Perforasi Tukak Peptik
Divertikulus Meckeli
Divertikulitis
Inflamatory Bowel Disease
Gastritis akuta
Nyeri abdomen non spesifik
4. Ginekologis
Kehamilan Ekstra Tuba
Tumor Ovarium Terpuntir
Ruptura Kista folikel de Graaf
Salpingitis akuta
Dismenore
Endometriosis
Saluran Kemih
Kolik Ureter / Ginjal
Pielonefritis akuta
Sistitis akuta
Infark Ginjal
5. PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Auskultasi
Nyeri Batuk
Perkusi
Rigiditas / Defans Muskuler
Palpasi
– satu jari
– rebound tenderness
– nyeri dalam
Nyeri pukul daerah kosta, daerah vertebra
Tanda-tanda khusus
Hernia eksterna dan genitalia pria
Pemeriksaan rectal dan pelvis
6. Nyeri Abdomen
Nyeri Visceral
Dirangsang oleh:
Distensi, inflamasi,
iskemia, Infiltrasi
langsung Ca ke
N sensoris
Sifat:
Onset lambat, lokasi tak
jelas, berkepanjangan, terasa
sedikit demi sedikit
Nyeri Parietal
Lebih mudah dilokalisir
karena afferentsomatik
menuju 1 sistem syaraf
Sifat:
Akut, batas jelas dan
lebih tajam
7. TINGKAT PERSYARAFAN SENSORIS ORGAN VISCERA
8. LOKASI NYERI VISCERAL
Lokasi
Organ
Mid epigastrium
Gaster, duodenum, hepatobilier system, pancreas
Mid Abdomen
Jejunum Ileum
Colon, Internal Reproductive organ
Lower Abdomen
9. REFERRED PAIN
Acute Cholecystitis
Ureteral Colic
10. REFERRED PAIN
Acute Pancreatitis
Back
Back or flank
Ruptured Aneurysm
11. SHIFTING PAIN
Appendisitis
12. SHIFTING PAIN
Perforated Ulcer
13. Lokasi dan sifat nyeri sangat membantu
dalam menentukan diagnosis banding
pada kasus akut abdomen
14. Abrupt, excruciating pain
Myocardial infarction
Perforated Ulcer
Biliary colic
Ruptured Aneurysma
Ureteral colic
15. Rapid onset of severe, constant pain
Acute Pancreatitis
Mesenteric Thrombosis
Ectopic Pregnancy
16. Gradual, steady pain
Acute cholecystitis
Acute cholangitis
Acute hepatitis
Appendicitis,
Acute salpingitis
Diverticulitis
17. Intermittent, colicky pain, crescendo with free intervals
Early Pancreatitis
Small Bowel Obstruction
Inflamatory Bowel Disease
18. Gejala yang mengikuti nyeri abdomen
Konstipasi
– Ileus Paralitik
– Obstruksi Parsial
Obstipasi
– Ileus Obstruktif
Muntah
Prominent
– Gastritis akut
– Syndr Mallory Weiss
– Pankreatitis Akuta
Empedu (-)
– Stenosis Pilorik
Empedu (+)
– Obstruksi Usus
19. Diare
Darah Positif
– Peny. Crohn
– Kolitis Ulseratif
– Kolitis Iskemia
– Disentri amebik/basiler
Ikterus
– Penyakit Hepatobilier
Melena Hematemesis
– Lesi Gastrosuodenal
– Syndr Mallory Weiss
Hematochezia
– Lesi Colon, Hemorhoid
Riwayat Menstruasi
– KET, Riwayat keluarga
– Riwayat Perjalanan Jauh
20. Obat-obatan:
Antikoagulan
– Hematoma
Steroid
– Masking effect
Oral kontrasepsi
– Iskemia Mesenterik
– Hepatik Adenoma
21. HASIL PEMERIKSAAN FISIK UNTUK BEBERAPA KASUS AKUT ABDOMEN
22. INDIKASI OPERASI URGENT PADA PENDERITA AKUT ABDOMEN
Pemeriksaan Fisik
Defans Muskuler
Nyeri menghebat
Distensi progresif
Massa lunak pada abdomen/rectum disrtai febris tinggi/hipotensi
23. Pemeriksaan Abdomen yg meragukan disertai:
Sepsis (febris tinggi, lekositosis, perubahan mental), Glucosa intoleran pd penderita DM
Perdarahan (syok, atau asidosis yang tidak dapat dijelaskan, HCT menurun)
Suspect ischaemia, asidosis, febris, takikardii
KU mundur pada terapi konservatif
24. Penemuan Radiologis
Pneumoperitonium
Distensi Usus yang progresif
Ekstravasasi kontras
Space occupying lesion pada scan dg febris
Oklusi mesenterial pada angiografi
25. Penemuan Endoskopik
Perforasi
Perdarahan yang tidak dapat terkontrol
Penemuan parasintesis
Darah, empedu, nanah, isi usus, urine
26. PRINSIP UMUM UNTUK WAKTU PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA AKUT ABDOMEN
27. H E R N I A / TEDUN
28. DEFINISI :
Hernia : benjolan yang diakibatkan karena adanya penonjolan dari organ, bagian atau jaringan melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan
Bagian penting dari hernia :
1. Kantong
2. Isi
3. Pintu/cincinnya
29. Hernia Inguinalis
30. Pembagian Hernia :
Berdasarkan letaknya :
1. Hernia Diafragmatika
2. Hernia Umbilikal
3. Hernia Inguinal
4. Hernia Femoral
Berdasarkan terjadinya :
1. Hernia Kongenital
2. Hernia Akuisita
31. Sphigelian
32. HERNIA INGUINALIS LATERALIS
33. HERNIA FEMORALIS
34. HERNIA UMBILIKALIS
35. Sifat Hernia :
H. Reponibilis = H. Reducible
– Isi hernia dapat keluar masuk
– Tidak nyeri
– Tidak ada obstruksi usus
H. Ireponibilis = H. Irreducible = H. Akreta
– Isi hernia tidak bisa kembali masuk akibat
perlekatan dengan kantong hernia
– Tidak ada obtruksi usus
H. Inkarserata = H. Strangulasi
– Isi hernia terjepit oleh cincin
– Terjadi gangguan pasase usus (inkarserata)
– Terjadi gangguan vakularisasi (strangulata)
– Dapat terjadi iskemia sampai nekrosis
– Merupakan kasus gawat darurat
36. Hernia padadinding abdomen tersering : Hernia Inguinalis (75-80%)
Jenis Hernia Inguinalisada 3 macam :
1. Hernia InguinalisLateralis (60%) = (H.I. Indirect)
2. Hernia InguinalisMedialis (25%) = (H.I. Direct)
3. Hernia Femoralis (15%)
Insiden : Laki-lakilebihsering (85 %) dariseluruh
kasus
37. HERNIA PADA ORANG TUA :
Merupakan hernia akuisita/dapatan
Adanya kelemahan dinding abdomen/perut
Adanya tekanan intra abdominal/perut yang meningkat (ascites, BPH batuk kronis, hamil, dll)
TINDAKAN OPERASI
HERNIOREPAI BASINI
HERNIOREPAIR TENSION FREE
HERNIOREPAIR LAPAROSCOPIC
38.
39. ILEUS OBSTRUKTIF/ SUMBATAN USUS
40. DEFINISI
adalah sindroma klinis yang disebabkan oleh gangguan pasase usus, baik karena obstruksi lumen usus ataupun karena gangguan peristaltik
ILEUS OBSTRUKSIadalah hambatan usus, baik parsial atau total, yang mengakibatkan gangguan pasase usus
41. GEJALA
Muntah-muntah
Distensi abdomen
NyeriperutdanKolik
Konstipasidan flatus (-)
Dehidrasi
Gejaladiatasbelumtentusemuanya manifest padatiappasien, tergantung
macamileus,letakobstruksi, penyebabobstruksiileus, obstruksi total/tidak, lamanyaileusberlangsung
42. A. Hernia inkarserata B. InvaginasiC. Adesi D. Volvulus E. Tumor ususF. Askaris
43. PEMERIKSAAN FISIK
InspeksiDistensiDarm contour (+) -> bentukanususdidinding abdomenDarmsteifung (+) -> peristaltik yang terlihatpadadinding abdomenPalpasiNyeritekan (+), kadangteraba tumor di abdomen, RT: ampulakosongPerkusiMeteorismus (+), tympaniAuskultasiMetallic sound (faseawal)Bisingususmenurunhinggatidakada (faseakhir)
44. PENATALAKSANAAN
Tujuanutamaadalahdekompresi, denganmemasangpipalambunguntukmengurangimuntah, mencegahaspirasi, danmengurangidistensi, danmemasang dower catheter.
Rehidrasicairandanelektrolit
Antibiotik
Terapibedah
Setelahdicapaikeadaan optimum
Bilastrangulasi
Obstruksilengkap
Hernia inkarserata
45. DIAGNOSA BANDING
Ileus paralitik : nyeri ringan, konstan dan difus, distensi abdomen
Obstruksi usus besar : obstipasi, distensi, jarang muntah dan kolik
Gastroenteritis, apendisitis akut, pankreatitis akut menyerupai obstruksi usus sederhana
46. KEGANASAN USUS BESARCA COLORECTAL
47.
48. Tabel 1. Faktor resiko dari kanker kolo – rektal
Rata rata usia resiko 50 tahun atau lebih
Riwayat pribadi berresiko tinggi – Adenoma sporadis
– Kanker kolorektal
– Inflammatory bowel disease
– Kanker payu dara,
– ovarium, endometrium
– Terapi radiasi
Riwayat keluarga – Sindroma genetis
– Kanker kolon sporadis
– Kanker kolorektl sporadic
49. Kolon kanan :
1. Kelemahan yang tak dapat dijelaskan atau anemia
2. Adanya darah occult di feces
3. Gejala dipepsia
4. Rasa tak enak diperut sisi kanan
5. Teraba massa di abdomen
6. Hasil pemeriksaan radiologis yang karakteristik
7. Hasil pemeriksaan kolonoskopi yang karakteristik
50. Kolon kiri :
1. Perubahan kebiasaan buang air besar.
2. Terlihat adanya darah di feces.
3. Gejala obstruktif
4. Hasil pemeriksaan radiologis yang karakteristik.
5. Hasil pemeriksaan kolonoskopi atau sigmoidoskopi
51. Rektum :
1. Perdarahan rectal
2. Perubahan kebiasaan buang air besar.
3. Sensasi rasa tersisa pada buang air besar.
4. Teraba tumor intrarektal.
5. Hasil pemeriksaan sigmoidoskopi.
52. 5 Years Survival Rate
53. PENCITRAAN
-Foto toraks
-Bariumenema
-Kolonoskopi
-Pemeriksaan USG
-CT scan
-MRI
54.
55.
56.
57. PENATALASANAAN
OPERASI
Kanker kolon asenden / desenden:
?Hemikolektomi dekstra / sinistra
Kanker kolon transversum :
?Transversektomi
Kanker rectum :
?Anterior reseksi atau reseksi abdominoperineal
KEMOTERAPI
? Fluorourasil I.V. dengan levamisol oral
?Radiasi paliatif
58. APPENDISITIS
59. DEFINISI
Appendisitis adalah peradangan usus buntu yang umumnya disebabkan oleh sumbatan
60. ETIOLOGI
60% Hiperplasia kelenjar getah bening
35% fekalit feses yang menjadi keras
4% benda asing
1% striktur lumen oleh karsinoma
61.
62. KLINIS
Nyeri visceral di daerah epigastrium
Mual dan muntah
Nafsu makan menurun
Anorexia
Perforasi ? nyeri abdomen umum dan rigiditas
63. DIAGNOSIS BANDING
Gastroenteritis akut
Adenitis mesenterikum
Salpingitis akut kanan
Folikel ovarium yang pecah
Kehamilandi luar kandungan
Batu ureter kanan
64. KOMPLIKASI
Massa periappendikuler
Periappendikular abces.
Appendisitis perforata
Peritonitis.
65. PENATALAKSANAAN
APPENDEKTOMI SIMPEL
LAPAROTOMI APPENDEKTOMI
LAPAROSCOPIC APPENDEKTOMI
66. BATU EMPEDU
67. KLINIS
1. Nyeri kuadran kanan atas
2. Intoleransi makanan berlemak
3. Demam dan kedinginan
4. Riwayat icterus
5. Urine berwarna gelap, dan
6. Feses berwarna terang
68.
69. FAKTOR RESIKO
Usia
Gender ? Perempuan >
Ras
Riwayatkeluarga
Life style : Obesitas & Diet tinggikolesterol
Hormonal : Kehamilan & Kontrasepsi
Diabetes mellitus
70. AMNAMNESIS
Sebagian besar adalah asimtomatis
Pada penderita yg simtomatis, bisa didapatkan :
Nyeri epigastrium, kuadran kanan atas, prekordium ? nyeri tipe kolik, timbul perlahan atau tiba2, menyebar ke punggung tengah, skapula, & puncak bahu
Intolerans thd. makanan berlemak
Dispepsia ? mual, muntah, kembung
Demam ? pd. kasus2 dgn infeksi
Ikterus dan urine berwarna gelap
Pruritus, t.u. pada tungkai (pd. kasus dgn ikterus yg berkepanjangan)
71.
72.
73.
74. BEDAH LAPAROSCOPI
* Teknik Operasi modern
* Operasi pada Rongga Abdomen/Perut
* Menggunakan Telescope
* Melalui Lobang /irisan kecil
75.
76. INDIKASI LAPAROSCOPI
TERAPI
Cholesistektomi
Appendektomi
Hernia Repair
Kasus 2 Ginekologi
77. KEUNTUNGAN
LUKA OPERASI LEBIH KECIL
REAKSI INFLAMASI / IMMUNOLOGI LEBIH RINGAN
NYERI PASCA BEDAH KURANG
KOSMETIK LEBIH BAIK
ADHESI LEBIH RENDAH/SEDIKIT
VISUALISASI LEBIH LUAS (HIATUS ESOFAGUS)
“RECOVERY” LEBIH CEPAT
“HOSPITAL STAY” SINGKAT
78.
79.
80. Profile
Dr Yuda Handaya SpB FInaCS,FMAS
Contact Person
Jl. Bromo 98-100 Kepanjen,Kabupaten
Malang,JawaTimur,Indonesia
Phn/sms/mms 0341-7304141; 08175404141 ; 08122966805 Fax 0341-394979
email : yudahandaya@yahoo.com
RSUD. KEPANJEN
PoliUMUM :
Rabu (08.00-Selesai)
RS Hasta HUSADA
SetiapHari : Pagi (07.00-08.00)
Sore (19.00-20.00)
RS BOKOR TUREN
Rabu : 12.00-14.00
RS WAVA HUSADA
Senin – Sabtu :07.00-08.00

Page 6 of 8« First...«45678»

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin