Dokter Spesialis Bedah Malang

Penyakit Usus Buntu Akut

Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks).
Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus.

Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun.

clip_image002


PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.

Pada kebanyakan kasus,peradangan & infeksi usus buntu mungkin

didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu, penyebab lain yang telah diketahui :

- 60% Hiperplasia kelenjar getah bening

- 35% Fekalit feses yang menjadi keras

- 4% benda asing

- 1% striktur lumen oleh karsinoma


GEJALA

Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas :

1. Mual, muntah dan nyeri yang hebat perut kanan bagian bawah.
2. Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di

sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.
3. Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah

(Shifting pain) ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter

menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika

penekanan ini dilepaskan nyeri bisa bertambah tajam.
4. Demam bisa mencapai 37,8-38,8 derajat Celsius.

5. Anorexia atau nafsu makan menurun

6. Bisa Disertai Diare atau Nyeri Pada Saat Kencing
7. Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di

semua bagian perut.
8. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat

dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

9. Bila usus buntu pecah, nyeri abdomen umum, rigiditas dan

demam bisa menjadi berat.
10. Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok


clip_image006 clip_image005

Titik Mc Burney Nyeri Berpindah


DIAGNOSA

Terdapat jelas Gejala apendisitis akut

Pada pemeriksaan fisik :

  1. Ditemukan nyeri tekan pada titik Mc Burney perut kanan bawah.
  2. Nyeri pada pemeriksaan colok dubur pada arah jam 10 – 12

Pemeriksaan laboratorium :

  1. Menunjukan jumlah sel darah putih (Leukosit) agak meningkat
  2. Hitung jenis sel darah putih segmen / batang (Diff. Count) meningkat dari nilai normal.

Pemeksaan radiologi :

  1. Pada pemeriksaan USG Ditemukan nyeri pada penekanan tranduser pada perut kanan bawah. Kadang ditemukan gambaran massa infiltrat daerah perut kanan bawah pada apendik yang telah berkomplikasi.

PENATALAKSANAAN DAN PENGOBATAN

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (pecah), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).

Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis
Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal.

Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul.

Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.
Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.
Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.


KOMPLIKASI

Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah. Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :

- Massa periappendikuler

- Periappendikular abces atau sampai Perlengketan usus

- Appendisitis perforata

- Peritonitis,masuknya kuman usus ke dalam perut,yang bisa

berakibat fatal / kematian
- Infertilitas pada wanita, indung telur dan salurannya bisa

terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa

menyebabkan kemandulan
- Septikemia,yaitu masuknya kuman ke dalam pembuluh darah,

yang bisa berakibat fatal / kematian

Comments are closed.