Dokter Spesialis Bedah Malang

Pertanyaan Tentang penyakit MEGA KOLON/PENYAKIT HISPRUNG

  • Apa yang dimaksud dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Mega kolon/penyakit hisprung adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya permasalahan pada persyarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus di atasnya. Syaraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar dan menyempit biasanya tidak ada sama sekali atau kalaupun ada sedikit sekali.

     

  • Gejala-gejala apa saja yang terjadi pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Gejala-gejala yang terjadi pada pasien mega kolon/penyakit hisprung antara lain:

    • Pada bayi yang baru lahir tidak dapat mengeluarkan mekonium (tinja pertama pada bayi baru lahir)
    • Tidak dapat buang air besar dalam waktu 24-48 jam setelah lahir, perut menggembung, muntah
    • Diare encer (pada bayi baru lahir)
    • Berat badan tidak bertambah
    • Malabsorpsi

     

  • Apa penyebab dari terjadinya mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Beberapa penyebab mega kolon/penyakit hisprung antara lain:

    • Keturunan, karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan sejak lahir
    • Faktor lingkungan
    • Tidak adanya sel-sel ganglion dalam rectum atau bagian rectosigmoid kolon
    • Ketidak mampuan sfingter rectum berelaksasi

     

  • Bagaimana patofisiologi dari mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Patofisiologi dari mega kolon/penyakit hisprung adalah:

  • Manifestasi klinis apa yang terjadi pada bayi dan anak-anak dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Manifestasi klinis pada bayi dan anak-anak antara lain:

    • Konstipasi
    • Diare berulang
    • Tinja seperti pipa, berbau busuk
    • Distensi abdomen
    • Gagal tumbuh

     

  • Diagnosis atau masalah keperawatan apa yang terjadi pada anak dengan mega kolon/penyakit hisprung prapembedahan?

    Jawaban:

    Diagnosis atau masalah keperawatan yang terjadi pada anak dengan mega kolon/penyakit hisprung prapembedahan antara lain:

    • Konstipasi
    • Kurang volume cairan dan elektrolit
    • Gangguan kebutuhan nutrisi
    • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan

     

  • Pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung antara lain:

    • Rontgen perut (menunjukkan pelebaran usus besar yang terisi oleh gas dan tinja)
    • Barium enema
    • Manometri anus (pengukuran tekana sfingter anus dengan cara mengembangkan balon di dalam rektum)
    • Biopsi rectum (menunjukkan tidak adanya ganglion sel-sel saraf)

 

  • Jelaskan penatalaksanaan pada pasien mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Penatalaksanaan pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung antara lain:

    • Pembedahan:

      Pembedahan pada mega kolon/penyakit hisprung dilakukan dalam dua tahap. Mula-mula dilakukan kolostomi loop atau double barrel sehingga tonus dan ukuran usus yang dilatasi dan hipertrofi dapat kembali normal (memerlukan waktu kira-kira 3 sampai 4 bulan).

    • Konservatif

      Pada neonatus dengan obstruksi usus dilakukan terapi konservatif melalui pemasangan sonde lambung serta pipa rectal untuk mengeluarkan mekonium dan udara.

       

       

    • Tindakan bedah sementara

      Hal ini dilakukan pada pasien neonatus, pasien anak dan dewasa yang terlambst didiagnosis dan pasien dengan enterokolitis berat. Kolostomi dibuat di kolon berganglion normal yang paling distal.

     

  • Perawatan apa yang dilakukan pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Perawatan yang dilakukan pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung antara lain:

    • Pada kasus stabil, penggunaan laksatif sebagian besar dan juga modifikasi diet dan wujud feses adalah efektif
    • Obat kortikosteroid dan obat anti-inflamatori digunakan dalam mega kolon toksik. Obat ini tidak memadatkan dan tidak menekan feses menggunakan tuba anorectal dan nasogastrik.

     

  • Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan biopsi rectal pada pasien mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Pemeriksaan biopsi rectal digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya sel ganglion.

     

  • Hasil apa yang didapatkan dari pemeriksaan radiologi pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Hasil yang didapatkan pada pemeriksaan radiologi adalah:

    • Pada foto polos abdomen memperlihatkan obstruksi pada bagian distal dan dilatasi kolon proksimal
    • Pada foto barium enema memberikan gambaran yang sama disertai dengan adanya daerah transisi diantara segmen yang sempit pada bagian distal dengan segmen yang dilatasi pada bagian yang proksimal. Jika tidak terdapat daerah transisi, diagnosa penyakit mega kolon/penyakit hisprung ditegakkan dengan melihat perlambatan evakuasi barium karena gangguan peristaltik.

     

  • Jelaskan tiga prosedur yang dilakukan dalam penatalaksanaan pembedahan pasien mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Tiga prosedur dalam pembedahan diantaranya:

    • Prosedur duhamel

      Dengan cara penarikan kolon normal ke arah bawah dan menganastomosiskannya di belakang usus aganglionik, membuat dinding ganda yaitu selubung aganglionik dan bagian posterior kolon normal yang telah ditarik

    • Prosedur swenson

      Membuang bagian aganglionik kemudian menganastomosiskan end to end pada kolon yang berganglion dengan saluran anal yang dilatasi dan pemotongan sfingter dilakukan pada bagian posterior

    • Prosedur soave

      Dengan cara membiarkan dinding otot dari segmen rektum tetap utuh kemudian kolon yang bersaraf normal ditarik sampai ke anus tempat dilakukannya anastomosis antara kolon normal dan jaringan otot rektosigmoid yang tersisa

     

  • Apa penyebab penyakit mega kolon/penyakit hisprung yang terjadi pada orang dewasa?

    Jawaban:

    Mega kolon/penykit hisprung pada orang dewasa bisa disebabkan oleh

    • Mengambil obat-obat tertentu
    • Fungsi tiroid yang abnormal
    • Diabetes mellitus

     

  • Komplikasi apa yang bisa terjadi pada pasien dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Enterokolitis merupakan komplikasi parah penyakit mega kolon/penyakit hisprung dengan angka mortalitas tinggi

     

  • Rencana tindakan apa saja yang diberikan pada setiap kemungkinan diagnosa yang ditegakkan pada prapembedahan pasien mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Rencana tindakan yang diberikan berdasarkan diagnosanya antara lain:

    • Konstipasi

      Tindakannya:

      • Monitor terhadap fungsi usus dan karakteristik feses
      • Berikan spoling dengan air garam fisiologis bila tidak ada kontraindikasi lain
      • Kolaborasi dengan dokter tentang rencana pembedahan
    • Kurang volume cairan dan elektrolit

      Tindakannya:

      • Lakukan monitor terhadap status hidrasi dengan cara mengukur asupan dan keluaran cairan tubuh
      • Observasi membran mukosa, turgor kulit, produksi urine, dan status cairan
      • Kolaborasi dalam pemberian cairan sesuai dengan indikasi
    • Gangguan kebutuhan nutrisi

      Tindakannya:

      • Monitor perubahan status nutrisi antara lain turgor kulit, asupan
      • Lakukan pemberian nutrisi parenteral apabila secara oral tidak memungkinkan
      • Timbang berat badan setiap hari
      • Lakukan pemberian nutrisi dengan tinggi kalori, dan tinggi protein

     

  • Diagnosis apa yang bisa ditegakkan pada pasien pasca pembedahan dengan mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Diagnosa yang dapat ditegakkan pasca pembedahan antara lain:

    • Nyeri
    • Risiko infeksi
    • Risiko komplikasi pasca pembedahan

     

  • Apa tujuan pemeriksaan manometri anorectal pada pasien mega kolon/penyakit hisprung?

    Jawaban:

    Pemeriksaan manometri anorectal digunakan untuk mencatat respon refluks sfingter internal dan eksternal

     

  • Mengapa nyeri bisa terjadi pada pasca pembedahan pasien mega kolon/hisprung?

    Jawaban:

    Nyeri bisa terjadi pada pasca pembedahan dikarenakan efek dari insisi, hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya tanda nyeri seperti ekspresi perasaan nyeri, perubahan tanda vital, pembatasan aktivitas.

     

  • Apa yang harus dilakukan apabila mega kolon/hisprung terjadi pada bayi yang berumur 6-12 bulan?

    Jawaban:

    Bila umur bayi antar 6-12 bulan, dilakukan dengan cara memotong usus aganglionik dan menganastomisikan usus yang berganglion ke rectum dengan jarak 1 cm dari anus.

     

  • Apa yang dimaksud dengan mega kolon/penyakit hisprung segmen panjang dan mega kolon/penyakit hisprung segmen pendek?

    Jawaban:

    Yang dimaksud dengan mega kolon/penyakit hisprung segmen panjang apabila segmen aganglionosis melebihi sigmoid sampai seluruh kolon.

    Sedangkan yang dimaksud dengan mega kolon/penyakit hisprung segmen pendek apabila segmen aganglionosis mulai dari anus sampai sigmoid.

     

DAFTAR PUSTAKA

 

Dudley, Hugh A. F (Ed). 1992. Ilmu Bedah Gawat Darurat. Yogyakarta: UGM.

Isselbacher, dkk. 2000. Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta:EGC.

Rudolph, Abraham M.,dkk. Buku Ajar Pediatri Rudolph. Jakarta: EGC.

Sabiston. 1994. Buku Ajar Bedah. Jakarta: EGC.

Comments are closed.