Dokter Spesialis Bedah Malang

Tanya Jawab Seputar ”VARISES TUNGKAI”

1. Apa yang dimakhsud dengan “Varises Tungkai”?

Varises adalah vena normal yang mengalami dilatasi akibat pengaruh peningkatan tekanan vena. Varises ini merupakan suatu manisfetasi yang dari sindrom insufiensi vena dimana pada sindrom ini aliran darah dalam vena mengalami arah aliran retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti.

2. Bagaimana patofisiologi dari varises Tungkai?

clip_image002

Keterangan: Biasanya kerusakan diakibatkan kerena adanya suatu hambatan aliran darah dan tekanan hidrostatik yang terlau besar.

3. Jelaskan tanda-tanda awal munculnya varises tungkai?

Penderita biasanya merasakan nyeri, kemerahan, rasa panas/terbakar pada tungkai, gatal, kram, kelemahan otot dan “tungkai lemas”, biasanya pada sekian waktu akan terlihat dilatasi vena sehingga vena akan membesar dan berkelok-kelok dibawah kulit.

4. Secara umum varises tungkai terjadi dikarenakan?

Adanya dilatasi vena dikarenakan terhambatnya aliran darah yang akan kembali menuju arah proksimal.

5. Jelaskan etiologi yang menyebabkan timbulnya varises tungkai?

§ Peningkatan tekanan vena superfisialis.

§ Obesitas

§ Pekerjaan dengan berdiri lama

§ Hormonal, pada wanita terjadi disaat manopouse

§ Kehamilan

§ Obat-obatan kontrasepsi

§ Keturunan/ genetik.

6. Jelaskan gejala klinis dari varises tungkai?

Pasien dengan varises pada tungkai mungkin menunjukkan komplikasi varises akut berupa pendarahan varises, dermatitis, tromboplebitis, selulitis, dan ulkus. Biasanya juga terjadi perburukan dari gejala kronis. Gejala yang muncul umumnya berupa kaki terasa berat, nyeri, atau kedengan sepanjang vena, gatal, rasa terbakar, keram pada malam hari, edema, perubahan kulit dan kesemutan. Biasanya nyeri yang terasa membaik bila beraktifitas seperti berjalan atau dengan mengankatan tungkai.

7. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan pada pasien dengan varises tungkai?

Pemeriksaan vena dapat dilakukan secara bertahap melalui inspeksi, palpasi, perkusi, dan pemeriksaan menggunakan Doppler. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dibuatkan peta mengenai gambaran keadaan vena yang di terjemahkan ke dalam bentuk gambar, dan dapat dijadikan informasi mengenai penataklasanaan selanjutnya.

v Inspeksi

Inspeksi tungkai dilakukan dari distal ke proksimal dari depan ke belakang. Region perineum, pubis, dan dinding abdomen. Vena normalnya terlihat distensi hanya pada kaki dan pergelangan kaki. Pelebaran vena superfisial yang terlihat pada region lainnya pada tungkai biasanya merupakan suatu kelainan. Ulkus dapat terjadi dan sulit untuk sembuh, bila ulkus berlokasi pada sisi media tungkai maka hal ini disebabkan oleh adanya insufusiensi vena.

v Palpasi

Seluruh permukaan kulit dilakukan palpasi dengan jari tangan untuk mengetahui adanya dilatasi vena walaupun tidak terlihat ke permukaan kulit, Palpasi diawali dari sisi permukaan anteromedial untuk menilai keadaan SVM kemudian dilanjutkan pada sisi lateral diraba apakah ada varises dari vena nonsafena yang merupakan cabang kolateral dari VSM, selanjutnya dilakukan palpasi pada permukaan posterior untuk meinail keadaan VSP. Selain pemeriksaan vena, dilakukan juga palpasi denyut arteri distal dan proksimal untuk mengetahui adanya insufisiensi arteri dengan menghitung indeks ankle-brachial.

v Perkusi

Perkusi dilakukan untuk mengetahui kedaan katup vena superficial. Caranya dengan mengetok vena bagian distal dan dirasakan adanya gelombang yang menjalar sepanjang vena di bagian proksimal.

v Manuver Perthes

Manuver Perthes adalah sebuah teknik untuk membedakan antara aliran darah retrograde dengan aliran darah antegrade. Tes ini digunakan untuk penentuan berfungsinya sistem vena profunda.

v Tes Trendelenburg

Tes ini digunakan untuk menentukan derajat insuffisiensi katub pada vena communcants. Tes ini dilakukan dengan cara mengangkat tungkai dimana tungkai dalam keadaan

v Auskultasi menggunakan dopler

Pemeriksaan menggunakan Doppler digunakan untuk mengetahui arah aliran darah vena yang mengalami varises, baik itu aliran retrograde, antegrade, atau aliran dari mana atau ke mana. Probe dari dopple ini diletakkan pada vena kemudian dilakukan penekanan pada vena disisi lainnya. Penekanan akan menyebabkan adanya aliran sesuai dengan arah dari katup vena yang kemudian menyebabkan adanya perubahan suara yang ditangkap oleh probe Doppler.

v Pemeriksaan Imaging

Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan seluruh area yang mengalami obstruksi dan refluks dalam system vena superficial dan system vena profunda.

8. Jelaskan diagnosis banding dari varises tungkai?

1) Riwayat insufisiensi vena sebelumnya.

2) Faktor predisposisi (keturunan, trauma pada tungkai, pekerjaan yang membutuhkan posisis tubuh berdiri yang terlalu lama).

3) Riwayat edema.

4) Riwayat pengobatan penyakit vena sebelumnya (obat, injeksi, pembedahan, kompresi).

5) Riwayat menderita tromboplebitis vena superficial atau vena profunda.

6) Riwayat menderi penyakit vaskuler lainnya.

7) Riayat Keluarga.

9. Jelaskan macam-macam varises tungkai yang dibedakan berdasaran luasnya?

a) V. Trunkal : bila yang terkena adalah vena yang utama (v saphena magna & v. Saphena parva)

b) V. Retikularis : bila yang terkena adalah cabang-cabang dari vena saphena magna/parva.

c) V. Retikularis : bila yang terkena adalah vena kapiler subkutan.

10. Jelaskan yang dimakhsud dengan ”varises primer” pada varises tungkai?

Penyebab varises namun tanpa etiologi yang jelas, dibagi menjadi :

1) Kelemahan primer yang terjadi.

2) Varises kehamilan, dikarenakan adanya peningkatanproduksi Progesteron.

3) Kelainan biokimia.

4) Terdapat hubungan arterio-venous yang konginetal pada sistem vena ini.

11. Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi pada varises tungkai?

1. Terjadi cedera pada nervus cutaneus.

2. Drop foot (terjepitnya vena dan arteri femoral).

3. Hematome dan infeksi pada luka.

4. Thromboembolism(resiko muncul akibat dilakukan pembedahan).

5. Terjadi kelainan trofik dan odem secara spontan.

6. Timbulnya ulkus varicosum.

12. Penatalaksanaan/ tindakan pada pasien dengan varises tungkai?

Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien dengan varises tungkai dibagi menjadi 3 macam;

1). Terapi Non Operatif, dibagi menjadi: Penggunaan kaus kaki kompresi, skleroterapi(penyuntikan substansi sklerotan kedalam pembuluh darah sehingga terjadi destruksi endotel yang diikuti dengan pembentukan jaringan fibrotik).

2). Terapi Minimal Invasif, dibagi menjadi: Radiofrekuensi ablasi (RF)(penghatan pada pembuluh darahsehingga menghangatkan dinding pembuluh darah dan jaringan sekitar pembuluh darah dengan menggunakan kateter), Endovenous Laser Therapy (EVLT).

3). Terapi Pembedahan, dibagi menjadi: Ambualtory phlebectomy (Stab Avulsion)( menghilangkan segmen varises yang pendek dan vena retikular dengan jalan melakukan insisi ukuran kecil), Saphectomy.

13. Jelaskan tindakan pencegahan yan
g dapat mengurangi faktor resiko terjadinya varises tungkai?

Pencegahan dibagi menjadi 2, yaitu :

v Pencegahan Primer :

1. Olah raga yang teratur dan makanan yang cukup gizi dan bervitamin.

2. Berat badan seimbang.

3. Tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi.

4. Hindari berdiri terlalu lama dan duduk dengan kaki menyilang.

5. Hindari pemakaian kaos kaki, celana ketat, ikat pinggang ketat karena bisa menjepit vena antara jantung dan kaki.

6. Istirahat yang cukup pada area kaki dan berilah pijatan ketika habis bepergian jauh.

v Pencegahan Sekunder :

1. Gunakan kaus kaki yang elastis untuk menekan vena tepi sehingga tidak terjadi pelebaran pada vena.

2. Jangan merawat varises dengan menggunakan air hangat.

3. Hindari kegiyatan dengan resiko menambah beban kaki. Misal: loncat, lari dan senam aerobik.

4. Dapat dilakukan senam tungkai scara teratur.

14. Jelaskan macam-macam pembedahan yang dapat dilakukan pada pasien varises tungkai?

a) Stripping vena saphena.

b) Ligasi vena-vena communicantes.

c) Multiple ekstraksi dari vena retikuler.

15. Jelaskan tujuan dari dilakukannya tindakan pembedahan dari pasien varises tungkai?

Untuk menghilangkan gejala, mengurangi atau mencegah komplikasi, memulihkan fisiologi vena dan memperbaiki penampilan.

16. Jelaskan indikasi pembedahan yang dilakukan dengan pasien varises tungkai?

Tindakan dapat dilakukan pada pasien bila sudah masuki stadium II, hal ini dikarenakan sudah adanya kerusakan ada vena communicants dan menghambat kelancaran peredaran darah balik, sehingga bila tidak dilakukannya pembedahan akan menambah parah tingkat varisesnya.

17. kontra indikasi yang dapat terjadi pada pembedahan pasien dengan varises tungkai?

Kontra indikasi tindakan pembedahan adalah usia lanjut/ keadaan umum buruk, berat badan berlebihan, trombofeblitis aktif, tukak vena terinfeksi, khamilan, sumbatan arteri menahun, pada tungkai bersangkutan dan tumor besar intra abdomen.

18. Komplikasi yang biasa terjadi pada tindakan bedah varises tungkai?

1) Pendarahan

2) Infeksi

3) Edema tungkai

4) Kerusakan saraf kulit

5) Limfokel

6) Trombosis vena dalam

19. Bila pasien telah memasuki stadium IV dari varies tungkai, dan didapati adanya ulkus varicosum maka tindakan yang dapat dilakukan ialah?

Eksisi ulkus dan skin-grafting.

20. Jelaskan perawatan pasca bedah pada pasien dengan varises tungkai!

Dipasang elastic bandage dari ujung proksimal jari-jari kaki sampai pelipatan paha, 24 jam pertama penderita tidak boleh jalan kaki dalam kedudukan elevasi. 48 jam berikutnya setelah bebat dibuka dan luka baik, bebat dipasang kembali dan penderita dapat ulai berjalan pelan-pelan dan kemudian tetap dipasang elastik bandage sampai 2 minggu, 1 minggu post oprasi pasien kembali untuk pengangkatan jahitan.

Reference:

v Puruhito.(1987).Pengantar Bedah vaskulus.Surabaya:Airlangga University Press.

v Jusi, Djang.(1999).Dasar-dasar Ilmu Bedah Vaskuler.Jakarta:Gaya baru.

v Baughman,Diane C.(2000).Keperawatan Medikal Bedah buku saku dari Brunner & Suddarth.Jakarta:EGC.

Comments are closed.