Home / Tanya Jawab / Torsio Testis

Torsio Testis

torsio

1. Apa yang dimaksud dengan torsio testis?

v Penyakit pria pubertas dan prapubertas, yaitu terjadinya deformitas pada testis berotasi didalam tunika vaginalis dan menyebabkan strangulasi suplai darah.

2. Bagaimana patofisiologi testis?

v Ketika testis mengalami deformitas sehingga memungkinkan testis berotasi didlam tunika vaginal dan menyebabkan strangulasi suplai darah. Torsio testis ini ditandai dengan lipatan tak lengkap tunika vaginalis pada testis dan epidedemis.

3. Bagaimana gejala klinis pada torsio testis?

v Pria muda dengan torsio testis khas dibangaunkan dari tidur dengan nyeri skrotum dan bisa tampil dengan mual, muntah, dan edema skrotum.

4. Ketika dilakukan pemeriksaan fisik apa tanda yang muncuk pada torsio testis ini?

v Testis pada sisi yang terkena sering lebih tinggi dibandingkan lainnya dan bisa mempunyai posisi transfersal. Testis umumnya sangat nyeri tekan dan elevasi tidak menghilangkan nyeri seperti yang sering terjadi dengan epidedenitis.

5. Pemeriksaan apa yang dapat digunakan untuk mendeteksi torsio testis ini?

v Sidik testis radionuklida dan pemeriksaan stetoskop doppler bisa bermanfaat untuk menentukan vaskularitas dalam kasus yang samar.

6. Pemeriksaan stetoskopik doppler tidak bisa digunakan pada penderita torsio testis yang mengalami apa?

v Pemeriksaan stetoskopik doppler tidak bisa digunakan pada pria muda dengan urinalis normal, yang tampil dengan skrotum nyeri akan sangat dipertimbangkan untuk eksplorasi.

7. Apa komplikasi yang terjadi pada penderita torsio testis?

v Pada tahap komplikasi testis akan mengalami kerusakan permanen, kecuali bila kelainan ini dikoreksi segera.

8. Mengapa pada kasus torsio testis ini harus diambil keputusan secepat mungkin operasi ?

v karena lebih lama waktu yang terlewatkan antara mulainya gejala dan perbaikan bedah, maka lebih besar kesempatan kehilangan testis.

9. Bagaimana cara melakukan tindakan bedah pada penderita torsio testis?

v dalam tindakan bedah, yang dilakukan melalui insisi transkrotum, maka testis dilepaskan puntirannya dan jahitan yang dapat diserap ditempatkan untuk mengamankan testis dari rotasi lagi. Sisi kontra lateral juga diamankan dengan jahitan.

10. Mengapa pada pembedahan testis sisi kontra lateral juga harus dijahit?

v karena, deformitas cenderung bilateral, dan sisi kontralateral mempunyai peningkatan resiko untuk torsi dikemudian hari.

11. Apa gejalanya?

v Gejala yang timbul adalah rasa sakit yang sedang sampai berat pada testis yang torsio. Kadang-kadang rasa sakit menjalar sepanjang korda spermatikus ke panggul atau abdomen bagian bawah. Sehingga kadang-kadang didiagnosis sebagai appendisitis. Oleh karena itu setiap ada keluhan sakit perut bagian bawah, pasien harus diperiksa testisnya.

v Gejala penting yang sangat membantu adalah adanya nyeri testis yang hilang timbul dengan hilangnya rasa sakit secara spontan dalam waktu singkat. Keluhan biasanya disertai mual dan muntah. Gejala-gejala salurah kemih sangat jarang ditemukan.

12. Apa yang diperiksa?

v Untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan yang paling penting adalah pemeriksaan fisik.

v Pada torsio intravaginal terdapat obstruksi vena yang menyebabkan pembesaran dan udema testis. Bila torsio berlanjut terus suplai darah ke testis berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian jaringan testis.

v Dokter akan melakukan pemeriksaan palpasi (perabaan dengan jari-jari tangan). Apakah ada penebalan korda spermatikus dan berapa derajat torsio yang terjadi. Pemeriksaan ini dikonfirmasikan dengan sisi yang tidak sakit. Kemudian pasien akan diperiksa dalam keadaan tidur terlentang, apakah elevasi (pengangkatan) testis akan meningkatkan rasa sakit. Testis yang mengalami torsio biasanya terlihat menonjol dan retraksi (memendek) di dalam skrotum.

13. Bagaimana penanganan Torsio Testis?

v Secara klinis dan eksperimental infark (kematian jaringan) testis timbul bila suplai darah terganggu selama 5-12 jam. Setelah diagnosis ditegakkan terapi harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya infark testis.

14. Jika testis terpuntir atau terjadi torsi apakah akan terasa perih atau bisa tidak ada rasa perih sama sekali?

v Torsi testis adalah keadaan yang tidak normal.

v Makin hebat torsi, akan makin hebat pula gangguan yang akan terjadi, seperti makin sakit dan hebatnya gangguan aliran darah ke Testis ( yang memproduksi spermatozoa ). Makin lama akan makin rusak itu Testis.

15. Siapakah yang lebih rentan terkena torsio testis?

v umumnya terjadi pada anak laki-laki muda, tersering usia 20 tahun ke bawah.

16. Apa torsio testis itu?

v Torsio testis merupakan suatu keadaan dimana funikulus spermatikus terpeluntir sehingga terjadi gangguan vaskularisasi dari testis yang dapat berakibat terjadinya infark daripada testis

17. Darimanakah testis mendapatkan darah?

v Testis mendapatkan suplai darah dari beberapa cabang arteri yaitu:

a. Arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta
b. Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior
c. Arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika

18. Bagaimana Patogenesis dari torsio testis ?

v Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjadi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. Adanya kelainan sistem penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan.

19. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan pergerakan berlebihan yang menimbulkan torsio testis?

v Perubahan suhu mendadak (seperti pada saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, celana yang terlalu ketat, defekasi, atau trauma yang mengenai skrotum.

20. Pemeriksaan Penunjang apa saja yang dilakukan untuk mendiagnosis torsio testis?

v Pemeriksaan Laboratorium. Pemeriksaan sedimen urine dan pemeriksaan darah. Pemeriksaan sedimen urine tidak menunjukkan adanya lekosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan tanda inflamasi, kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril

21. Terapi apa saja yang dilakukan untuk mengatasi tosri testis?

v Yaitu dengan terapi detorsi atau reposisi manual dan eksplorasi atau dengan cara pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA

Linchan W. M., 1994, Sabiston Buku Ajar Bedah, Bagian 2, EGC, Jakarta

Sjamsuhidajat, R. Wim de jong. 1996. Buku ajar ilmu bedah. Jakarta : EGC

Thomson, A. D, R. E. Cotton. 1997. Catatan kuliah patologi. Jakarta :EGC

Sabiston, Dvid C, Jr., M. D. 1994. Buku ajar bedah. Jakarta : EGC

About yuda handaya

Dr. dr A. Yuda Handaya, SpB,FInaCS,FMAS Dokter Spesialis Bedah dan Laparacopic Surgeon Layanan Informasi dan Konsultasi setiap saat Email : yudahandaya@yahoo.com (BlackBerry monitor)